Artikel Ilmiah : C1A015034 a.n. GIYAR SATYA FRIADI

Kembali Update Delete

NIMC1A015034
NamamhsGIYAR SATYA FRIADI
Judul ArtikelAnalisis Perbandingan Efisiensi Usaha dan Kesejahteraan Petani Padi IR 64 dan Inpari 32 di Kelurahan Karanganyar Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya Provinsi Jawa Barat
Abstrak (Bhs. Indonesia)Masyarakat Kelurahan Karanganyar Kecamatan Kawalu sebagian besar mempunyai usahatani padi IR 64 dan Inpari 32 dari segi kualitas, harga dan permintaan terdapat perbedaan, jenis padi Inpari 32 yang tergolong jenis padi baru lebih unggul dibandingkan jenis padi IR 64, sehingga lebih banyak diminati para petani. Penelitian ini merupakan penelitian yang bertujuan untuk membandingkan keuntungan dan kesejahteraan dari dua kelompok usahatani petani padi. Petani padi jenis IR 64 dan Inpari 32 yang berada di Kelurahan Karanganyar Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya. Penelitian ini mengambil judul : “Analisis Perbandingan Efisiensi Usaha dan Kesejahteraan Petani Padi IR 64 dan Inpari 32 di Kelurahan Karanganyar Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya Provinsi Jawa Barat”. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian desktriptif kuantitatif. Objek penelitian ini adalah usahatani padi IR 64 dan Inpari 32. Waktu dan lokasi penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2019 dan lokasinya di Kelurahan Karanganyar Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan kuesioner. Sumber data dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket atau kuesioner. Populasi dalam penelitian ini adalah petani jenis padi IR 64 sebanyak 27 dan Inpari 32 sebanyak 35 di Kelurahan Karanganyar Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya dengan total populasi dan sampel yaitu 62 responden. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data R/C rasio menunjukan bahwa usahatani padi dari keduanya sudah efisien. Namun efisiensi usaha tani padi Inpari 32 hasil analisis (R/C) 4 lebih tinggi dibandingkan dengan efisiensi usaha tani padi IR 64 dengan hasil analisis (R/C) 2. Dari hasil penelitian ini juga menunjukan bahwa dari rata-rata pendapatan perkapita, usahatani padi Inpari 32 lebih sejahtera dengan rata-rata 3.544.103>1.931.435(KHL),dibandingkan usahatani padi IR 64 dengan rata-rata 2.452.264˃1.931.435(KHL).

Kata Kunci : Efisiensi Usaha, Kesejahteraan.
Abtrak (Bhs. Inggris)Most of Karanganyar Kelurahan, Kawalu Subdistrict have IR 64 and Inpari 32 rice farming in terms of quality, price and demand. There are differences, Inpari 32 types of rice which are classified as new types of rice are superior to IR 64 rice types, so that farmers are more interested.This research is a research that aims to compare the benefits and welfare of two groups of rice farmers. IR 64 and Inpari 32 rice farmers in Karanganyar Village, Kawalu District, Tasikmalaya City. This research takes the title: "Comparative Analysis of Business Efficiency and Welfare of IR 64 and Inpari 32 Paddy Farmers in Karanganyar Village, Kawalu District, Tasikmalaya City". This type of research uses quantitative descriptive research. The object of this research is IR 64 and Inpari 32 rice farming. The time and location of this study was conducted in October 2019 and its location in Karanganyar Village, Kawalu District, Tasikmalaya City. Data collection techniques are observation, interview and questionnaire. Sources of data in this study are primary and secondary data. The research instrument used was a questionnaire or questionnaire. The population in this study were 27 IR 64 rice farmers and 35 Inpari 32 in Karanganyar Sub-District, Kawalu District, Tasikmalaya City with a total population and sample of 62 respondents. Based on the results of research and analysis of R / C data the ratio shows that the rice farming of the two is efficient. But the efficiency of Inpari 32 rice farming results from analysis (R / C) 64higher than the efficiency of IR 64 rice farming with 2 analysis results (R / C). From the results of this study also showed that from the average income per capita, Inpari 32 rice farming was more prosperous with an average of 3,544,103> 1,931,435 (KHL), compared to IR 64 rice farming with an average of 2,452,264˃1,931. 435 (KHL).

Keywords: Labor Absorption, Capital, Wages, Production.
Kata kunciKata Kunci : Efisiensi Usaha, Kesejahteraan
Pembimbing 1Dra. Dijan Rahajuni, M.Si
Pembimbing 2Drs. Supadi, M.Si
Pembimbing 3Dra. Neni Widyaningsih, M.M
Tahun2020
Jumlah Halaman15
Tgl. Entri2020-02-05 19:35:13.79513
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.