Artikel Ilmiah : A1D015188 a.n. AYU TRI RAHMAWATI

Kembali Update Delete

NIMA1D015188
NamamhsAYU TRI RAHMAWATI
Judul ArtikelPENGARUH DOSIS PUPUK MIKORIZA-Trichoderma sp. DAN PENGURANGAN DOSIS PUPUK SINTETIK TERHADAP PRODUKSI BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui dosis pupuk mikoriza-Trichoderma sp. yang tepat untuj produksi bawang merah, (2) mengetahui pengurangan dosis pupuk yang memberikan respon optimal untuk produksi bawang merah, (3) mengetahui interaksi penggunaan pupuk mikoriza-Trichoderma sp. dan pengurangan dosis pupuk sintetik untuk produksi bawang merah. Penelitian ini dilaksanakan di pada bulan Juni 2019-September 2019 di desa Sokawera dan Laboratorium Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian berupa percobaan pada lahan sawah menggunakan RAKL dengan dua faktor yang diulang sebanyak tiga kali. Faktor pertama dosis pupuk mikoriza-Trichoderma sp., yaitu 5 g mikoriza : 5 g Trichoderma sp., 15 g mikoriza : 15 g Trichoderma sp., dan 25 g mikoriza : 25 g Trichoderma sp., dan faktor kedua pengurangan dosis pupuk sintetik (Urea, ZA, KCl, dan SP-36) dari dosis anjuran, yaitu tanpa pengurangan, 25%, dan 50%. Variabel yang diamati, meliputi tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), bobot akar (g), jumlah anakan rumpun-1, luas daun (cm2), bobot tanaman segar (g), bobot tanaman kering (g), jumlah umbi rumpun-1, volume umbi (cm3), bobot umbi segar rumpun-1 (g), dan bobot umbi kering rumpun-1 (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Pemberian dosis pupuk 15 g mikoriza : 15 g Trichoderma sp. memberikan jumlah anakan rumpun-1, volume umbi, dan bobot umbi segar paling tinggi, (2) Pengurangan dosis pupuk sintetik (Urea, ZA, KCl, dan SP-36) 25% dosis anjuran 25% dapat meningkatkan jumlah daun, (3) Pengaruh interaksi pupuk mikoriza-Trichoderma sp. dan pengurangan dosis pupuk sintetik dijumpai pada tinggi tanaman, jumlah anakan-1, luas daun, volume umbi, dan bobot umbi segar rumpun-1. Pemberian pupuk 15 g mikoriza : 15 g Trichoderma sp. dengan pengurangan dosis 28-38% dari dosis anjuran meningkatkan tinggi tanaman, jumlah anakan rumpun-1, luas daun, volume umbi, dan bobot umbi segar, (4) Hasil umbi kering produksi bawang ton ha-1 tidak dipengaruhi oleh pemberian pupuk mikoriza-Trichoderma sp., dan pengurangan dosis pupuk sintetik.Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui dosis pupuk mikoriza-Trichoderma sp. yang tepat untuj produksi bawang merah, (2) mengetahui pengurangan dosis pupuk yang memberikan respon optimal untuk produksi bawang merah, (3) mengetahui interaksi penggunaan pupuk mikoriza-Trichoderma sp. dan pengurangan dosis pupuk sintetik untuk produksi bawang merah. Penelitian ini dilaksanakan di pada bulan Juni 2019-September 2019 di desa Sokawera dan Laboratorium Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian berupa percobaan pada lahan sawah menggunakan RAKL dengan dua faktor yang diulang sebanyak tiga kali. Faktor pertama dosis pupuk mikoriza-Trichoderma sp., yaitu 5 g mikoriza : 5 g Trichoderma sp., 15 g mikoriza : 15 g Trichoderma sp., dan 25 g mikoriza : 25 g Trichoderma sp., dan faktor kedua pengurangan dosis pupuk sintetik (Urea, ZA, KCl, dan SP-36) dari dosis anjuran, yaitu tanpa pengurangan, 25%, dan 50%. Variabel yang diamati, meliputi tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), bobot akar (g), jumlah anakan rumpun-1, luas daun (cm2), bobot tanaman segar (g), bobot tanaman kering (g), jumlah umbi rumpun-1, volume umbi (cm3), bobot umbi segar rumpun-1 (g), dan bobot umbi kering rumpun-1 (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Pemberian dosis pupuk 15 g mikoriza : 15 g Trichoderma sp. memberikan jumlah anakan rumpun-1, volume umbi, dan bobot umbi segar paling tinggi, (2) Pengurangan dosis pupuk sintetik (Urea, ZA, KCl, dan SP-36) 25% dosis anjuran 25% dapat meningkatkan jumlah daun, (3) Pengaruh interaksi pupuk mikoriza-Trichoderma sp. dan pengurangan dosis pupuk sintetik dijumpai pada tinggi tanaman, jumlah anakan-1, luas daun, volume umbi, dan bobot umbi segar rumpun-1. Pemberian pupuk 15 g mikoriza : 15 g Trichoderma sp. dengan pengurangan dosis 28-38% dari dosis anjuran meningkatkan tinggi tanaman, jumlah anakan rumpun-1, luas daun, volume umbi, dan bobot umbi segar, (4) Hasil umbi kering produksi bawang ton ha-1 tidak dipengaruhi oleh pemberian pupuk mikoriza-Trichoderma sp., dan pengurangan dosis pupuk sintetik.
Abtrak (Bhs. Inggris)This research aimed to: 1) determine the dose of mycorrhizal-Trichoderma sp. appropriate for production of shallots; 2) find out the reduction in fertilizer dosage thet provided an optimal response to the production of shallots; 3) determine the interaction of the use of mycorrhizal-Trichoderma sp. and reducing the dose of synthetic fertilizer for production of shallots. This research was conducted in June 2019-September 2019 in Sokawera Village and agronomy and Horticulture Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Sudirman University. Research in the form of field experiments using RAKL with two factors repeated three times. First factor dose of mycorrhizal-Trichoderma sp., namely 5 G mycorrhizal: 5 g Trichoderma sp., 15 g mycorrhizal: 15 g Trichoderma sp., and 25 g Mycorrhizal: 25 g Trichoderma sp., and the second factor of the dose reduction of synthetic fertilizers (Urea, ZA, KCl, and SP-36) of the recommended dose, namely without subtraction, 25%, and 50%. The observed variable, including the height of the plant (cm), the number of leaves (strands), the root weight (g), the number of clumps-1, the leaf area (cm2), the fresh crop weight (g), the dry plant weight (g), the number of clump-1 bulbs, the volume of bulbs (cm3), the weight of fresh bulbs of clump-1 (g), and the weight of dried clump-1 (g). The results showed that (1) Application of fertilizer Dose 15 g mycorrhizal: 15 g Trichoderma sp. provide the number of clump-1 tillers, tuber volumes, and the highest fresh tuber weights., (2) Reduction in the dose of synthetic fertilizers (Urea, ZA, KCl, and SP-36) 25% recommended dose 25% can increase the number of leaves, (3) Effect of Mikoriza-Trichoderma sp. fertilizer interaction and synthetic fertilizer doses found on plant height, number of seedlings-1, area of leaves, volume of bulbs, and the weight of fresh bulbs of clump-1. Fertilizer Administration 15 g Mycorrhizal: 15 g Trichoderma sp. with a dose reduction of 28-38% of the recommended dose increases the height of the plant, the number of clump-1 tillers, leaf area, the volume of bulbs, and the weight of fresh bulbs, (4) Result of dried green bulb production ha-1 is not influenced by the provision of Mikoriza-Trichoderma sp., and the dose reduction of synthetic fertilizer.
Kata kunciBawang merah, pupuk mikoriza-Trichoderma sp., dan pupuk sintetik.
Pembimbing 1Ir. Eny Rokhminarsi, M.P.
Pembimbing 2Ir. Sisno, M.Si
Pembimbing 3Ir. Darini Sri Utami, M.P.
Tahun2019
Jumlah Halaman16
Tgl. Entri2020-01-07 16:07:05.263987
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.