| NIM | I1C015016 |
| Namamhs | UMI SALMAH |
| Judul Artikel | Hubungan Estimasi Kadar Fenitoin dalam Darah dengan Tanda Toksisitas yang Muncul Pada Pasien di RSUD Prof. dr. Margono Soekarjo Purwokerto |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan estimasi kadar fenitoin dalam darah dengan kejadian toksisitas terkait tanda toksik yang muncul pada pasien rawat inap RSUD Prof dr Margono Soekarjo Purwokerto. Penelitian ibservasional ini dilakukan secara prospektif dengan mencatat rekam medik rawat inap dan wawancara pasien. Pengambilan data dilakukan secara total sampling pada pasien rawat inap bangsal saraf dan bangsal penyakit dalam RSUD Prof dr Margono Soekarjo Purwokerto selama bulan Mei hingga Juli 2019 dengan jumlah 30 pasien. Estimasi kadar fenitoin dan tanda toksisitas yang muncul didokumentasikan dalam lembar pengumpul data. Analisis statistic yang digunakan uji korelasi koefisien kontingensi. Hasil penelitian diperoleh sebanyak 23 kasus dengan estimasi kadar fenitoin di bawah rentang terapi (<10 mg/L), 8 kasus sesuai rentang terapi (10-20 mg/L), dan 1 kasus di atas rentang terapi (>20 mg/L). Tanda toksisitas yang muncul hanya mual pada 2 pasien dengan estimasi kadar dibawah KTM (≤ 20 mg/L). Hasil uji statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan antara estimasi kadar fenitoin dalam darah dengan kejadian toksisitas obat yang muncul pada pasien di RSUD Prof. dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Pemantauan kadar obat dalam darah sebaiknya dilakukan secara langsung dengan sampling darah. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | This study aimed to determine the correlation between serum level of phenytoin in blood and its toxicity using estimation method in hospitalized patients at RSUD Prof. dr. Margono Soekarjo Purwokerto. This study was an observational study with a prospective design by collected data from the patient medical record and conduct interview related to toxicity signs. Samples collected by total sampling method in hospitalized patients at the neurological care unit and internal diseases unit at RSUD Prof. dr. Margono Soekarjo Purwokerto from May until July 2019 with total of 30 patients. The estimated serum level phenytoin and its toxicity case were collected in the data collected sheet, and was analysed statically using coefficient contingency. Research result obtained there were 23 cases with estimated serum levels phenytoin under therapeutic range (<10 mg / L), 8 cases in therapeutic range (10-20 mg/L), and 1 case above the therapeutic range (>20 mg/L). The case of toxicity appears in 2 cases with estimated serum levels phenytoin below MTC (≤ 20 mg/L) is nausea. The results showed that there is no correlations between serum level of phenytoin and its toxicity in hospitalized patients at RSUD Prof. dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Monitoring serum level phenytoin should be done directly by taking blood samples. |
| Kata kunci | Fenitoin, Michaelis dan Menten, Estimasi kadar, Kejadian Toksisitas |
| Pembimbing 1 | Laksmi Maharani, M.Sc., Apt. |
| Pembimbing 2 | Masita Wulandari Suryoputri, M.Sc., Apt. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2019 |
| Jumlah Halaman | 17 |
| Tgl. Entri | 2019-11-20 08:31:57.185052 |
|---|