Artikel Ilmiah : B1A015012 a.n. ADE YUANITA PUTRI PRATIWI

Kembali Update Delete

NIMB1A015012
NamamhsADE YUANITA PUTRI PRATIWI
Judul ArtikelKetahanan Struktural Beberapa Kultivar Kedelai (Glycine max (L.) Merr.) Terhadap Penyakit Karat Daun
Abstrak (Bhs. Indonesia)Kedelai merupakan salah satu komoditas pangan terbesar di Indonesia yang kebutuhannya masih belum bisa terpenuhi dari hasil petani lokal. Hal ini disebabkan karena kedelai dapat mengalami berbagai penyakit tanaman yang berimbas pada penurunan hasil produksi, salah satunya penyakit karat daun oleh jamur Phakopsora pachyrhizi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ketahanan struktural anatomi daun kedelai terhadap penyakit karat daun dan mengetahui tingkat ketahanan beberapa kultivar kedelai terhadap penyakit karat daun.
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Pola Faktorial. Faktor pertama yaitu kultivar kedelai, menggunakan 4 kultivar yaitu kultivar Gepak Kuning (K1), Slamet (K2), Tanggamus (K3), dan Wilis (K4). Faktor kedua yaitu inokulasi jamur P. pachyrhizi sebanyak 0 uredospora/ml (L0) dan 104 uredospora/ml (L1). Masing-masing perlakuan dengan 5 kali ulangan. Hasil penelitian diperoleh bahwa lapisan kutikula, epidermis dan kerapatan trikomata berpengaruh terhadap ketahanan struktural tanaman kedelai. Kultivar kedelai yang memiliki lapisan kutikula dan epidermis lebih tebal, dan kerapatan trikomata yang tinggi memiliki ketahanan structural yang lebih baik terhadap penyakit karat daun. Kultivar Wilis dan Slamet termasuk kultivar tahan, didukung dengan intensitas penyakit masing-masing sebesar 20% dan 24,6%. Sementara kultivar Gepak Kuning termasuk kultivar rentan, didukung dengan intensitas penyakit sebesar 85,3%.
Abtrak (Bhs. Inggris)Soybean is one of the biggest food commodities in Indonesia, whose needs cannot be fulfilled from the result of local farmers. This is due to the fact that soybeans can experience a variety of plant disease that impact on the decrease in production, one of them is leaf rust by Phakopsora pachyrhizi. The objectives of research is to determine the anatomical structural resistance of soybean leaves to rust disease and to determine the level of resistance of some cultivars of soybean to leaf rust disease.
This research uses a Completely Randomize Design (CRD) Factorial Pattern. The first factor is soybean cultivar, using 4 cultivars, namely Gepak Kuning (K1), Slamet (K2), Tanggamus (K3), and Wilis (K4). The second factor was P. pachyrhizi inoculation with 0 uredospores/ml (L0) and 104 uredospores/ml (L1). Each treatment with 5 replication. The result showed that the cuticle layer, epidermis and trichomata density affect the structural resistance of soybean plants. Soybean cultivars that have thicker cuticle and epidermal layers, and high trichomata density have better structural resistance to leaf rust disease. Wilis and Slamet cultivars are resistant cultivars, supported by disease intensity of 20% and 24.6%, respectively. While the Gepak Kuning cultivar is a vulnerable cultivar, supported by an intensity of disease of 85.3%.
Kata kuncikarat daun, kedelai, ketahanan struktural, Phakopsora pachyrhizi
Pembimbing 1Dra. Siti Samiyarsih, M.Si
Pembimbing 2Juni Safitri Muljowati, S.Si, MP
Pembimbing 3
Tahun2019
Jumlah Halaman13
Tgl. Entri2019-11-20 01:16:05.82335
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.