Artikel Ilmiah : B1A015025 a.n. AFIFAH SULISTIYANINGRUM

Kembali Update Delete

NIMB1A015025
NamamhsAFIFAH SULISTIYANINGRUM
Judul ArtikelPENGARUH pH DAN WAKTU INKUBASI BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN METABOLIT SEKUNDER YANG DIHASILKAN Schizophyllum commune
Abstrak (Bhs. Indonesia)Schizophyllum commune merupakan salah satu jamur edible dari phylum Basidiomycota. Jamur S. commune memiliki kemampuan untuk menghasilkan berbagai metabolit primer dan metabolit sekunder. Metabolit sekunder yang dihasilkan jamur dipengaruhi oleh medium pertumbuhan dan kondisi kulturnya termasuk pH dan waktu inkubasi. Produksi metabolit sekunder yang maksimal diperoleh pada pH dan waktu inkubasi yang optimal bagi pertumbuhan jamur. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pH dan waktu inkubasi yang optimal terhadap pertumbuhan jamur S. commune serta mengetahui golongan metabolit sekunder yang dikandung oleh jamur S. commune.
Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimental Rancangan Acak Lengkap pola faktorial (RAL faktorial) dengan dua faktor yang digunakan yaitu pH dan waktu inkubasi, masing-masing perlakuan diulang 3 kali. pH yang digunakan yaitu pH 4, pH 5, pH 6, dan pH 7. Waktu inkubasi yang digunakan yaitu 10, 15, 20, 25, dan 30 hari. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pH dan waktu inkubasi. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah pertumbuhan jamur dan metabolit sekunder yang dihasilkan. Parameter utama yang diamati adalah bobot kering miselium dan golongan senyawa metabolit sekunder. Parameter pendukung adalah pH akhir medium. Analisis data menggunakan ANOVA pada tingkat kepercayaan 95% dan Duncan’s Multiple Range Test pada tingkat kepercayaan 95%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan miselium S. commune dipengaruhi oleh pH dan waktu inkubasi. Nilai pH yang paling baik untuk pertumbuhan miselium S. commune yaitu pH 6 pada waktu inkubasi 25 hari dengan rata-rata bobot kering miselium 0,61 g/100 mL. Jamur S. commune mampu menghasilkan senyawa metabolit sekunder golongan alkaloid, terpenoid, dan flavonoid.
Abtrak (Bhs. Inggris)Schizophyllum commune is one of edible fungus that include in phylum Basidiomycota. S. commune can produce a variety of primary metabolites and secondary metabolites. Secondary metabolites produced by fungi are influenced by the growth medium and culture conditions including pH and incubation time. Maximum secondary metabolite production is obtained at optimal pH and incubation time for fungal growth. The aim of this study was to determine the optimal pH and incubation time for the growth of S. commune and to know the group of secondary metabolites produced by S. commune.
This research was done experimentally used Completely Randomized Design with factorial pattern (CRD factorial). Two factors used were pH and incubation time, each treatment was repeated 3 times. The pH used were pH 4, pH 5, pH 6, and pH 7. The incubation time used were 10, 15, 20, 25, and 30 days. The independent variables in this study were pH and incubation time. The dependent variables in this study was fungal growth and secondary metabolites. The main parameters observed were the dry weight of mycelium and the group of secondary metabolites. The supporting parameter is the final pH of the medium. Data analysis used ANOVA at 95% confidence level and Duncan's Multiple Range Test at 95% confidence level.
The results showed that the growth of S. commune mycelium was influenced by pH and incubation time. The best pH for mycelial growth was pH 6 with a 25 days incubation time which resulted in dry weight of mycelium 0,61 g/100 mL. Phytochemicals analysis revealed that S. commune contains alkaloids, terpenoids, and flavonoids.
Kata kunciSchizophyllum commune, metabolit sekunder, pH, waktu inkubasi
Pembimbing 1Dr. Nuraeni Ekowati, M.S.
Pembimbing 2Dr. Nuniek Ina Ratnaningtyas, M.S.
Pembimbing 3
Tahun2019
Jumlah Halaman12
Tgl. Entri2019-11-19 14:42:05.865288
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.