Artikel Ilmiah : A1D015156 a.n. DIANA WATI

Kembali Update Delete

NIMA1D015156
NamamhsDIANA WATI
Judul ArtikelAPLIKASI MIKORIZA ARBUSKULAR DAN BIOCHAR SEBAGAI REMIDIATOR TANAH TERCEMAR LOGAM BERAT SERTA PENGARUHNYA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH
Abstrak (Bhs. Indonesia)RINGKASAN
Budidaya pertanian di Indonesia yang kini banyak menggunakan bahan-bahan sintetik terutama dalam masalah input seperti pupuk dan pestisida yang dapat menimbulkan pencemaran tanah. Salah satu pencemaran tanah akibat pestisida dan pupuk sintetik adalah logam berat. Logam berat didalam tanah bisa menimbulkan banyak kerugian bagi tanaman dan juga manusia. Dampak negatif pada tanaman adalah bisa menurunkan kualitas dan kuantitas hasil tanaman. Sedangkan pada manusia, logam berat bisa berdampak pada kesehatan. Salah satu solusi yang bisa digunakan untuk menanggulangi tanah tercemar logam berat adalah dengan melakukan remidiasi. Remidiasi adalah proses pengurangan bahan cemaran (dekontaminasi) yang ada pada lingkungan sehingga dapat kembali pada kondisi mendekati awalnya. Remidiasi dapat dilakukan dengan menggunakan tanaman, mikroba, ataupun bahan alami yang lain yang dikenal dengan bioremidiasi. Bioremediasi bisa dilakukan dengan pemanfaatan mikoriza dan juga biochar. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Mengetahui pengaruh Mikoriza Arbuskular terhadap penyisihan logam berat Cd, Cr, Pb serta pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah; (2) Mengetahui pengaruh Biochar terhadap penyisihan logam berat Cd, Cr, Pb serta pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah; (3) Mengetahui pengaruh Mikoriza Arbuskular dan biochar terhadap penyisihan logam berat Cd, Cr, Pb serta pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah.
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai dengan September 2019 di Laburatorium Agroekologi Fakultas Pertanain, lahan eksfarm Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, dan laboratorium Balai Lingkungan Pertanian Pati. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok Lengkap Faktorial, yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama yaitu dosis Mikoriza (M) yang diapikasikan menggunakan Fungi Mikoriza Arbuskular dan terdiri dari 3 aras yaitu M0 : tanpa mikoriza, M1: Mikoriza 1 gram/polybag, M2: Mikoriza 2 gram/ polybag. Faktor kedua yaitu biochar (B) yang berasal dari tgkol jagung yang diaplikasikan 1 minggu setelah perlakuan pupuk dasar dan terdiri dari 4 taraf yaitu B0 : tanpa biochar, B1 : Biochar 2,5 t / ha, B2 : Biochar 5 t / ha, dan B3 : 10 t / ha.Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, luas daun, bobot basah umbi, bobot basah daun, bobot kering umbi, bobot kering daun, jumlah umbi, volume umbi, diameter umbi, efisiensi penyisihan Cd, Cr dan Pb tanah, akumulasi logam berat Cd, Cr dan Pb tanaman.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemberikan Biochar dengan dosis 2.5 t/ha, 5 t/ha dan 10 t/ha belum mampu meningkatkan pertumbuhan namun dapat membantu meningkatkan hasil tanaman bawang merah. Pemberian mikoriza dengan dosis 1 gram/polybag, 2 gram/polybag belum mampu meningkatkan pertumbuhan,. Interaksi Mikoriza dan biochar belum mampu menyisihkan logam berat Cd, Cr dan Pb.
Abtrak (Bhs. Inggris)This research was conducted from April to September 2019 in Agroecology Laboratory of Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, and Agricultural Environment Laboratory in Pati. The research design of factorial Complete Randomized Block Design was applied. Dose of Arbuscular mycorrhizal fungi i.e. without mycorrhizae, mycorrhizae 1 g/ polybag, mycorrhiza 2 g / polybag and biochar i.e. without biochar, biochar 2.5 t/ha, 5 t/ha, and 10 t/ ha were tested. Observed variables were plant height, number of leaves, leaf length, leaf area, fresh tuber weight, leaf weight, dry tuber weight, leaf weight, number of tuber, tuber volume, tuber diameter, residue efficiency of Cd, Cr and Pb in soil, accumulations of Cd, Cr and Pb in shallot plant.
The results showed that application of Biochar at a dose of 2.5 t/ha, 5 t/ ha and 10 t/ha had not been able to increase plant growth but improved yield of shallot. Giving mycorrhizae at a dose of 1 g/polybag, 2 g/polybag had not been able to increase plant growth. Both of mycorrhizal and biochar interactions had not been able yet to reduce heavy metals Cd, Cr and Pb in soil.

Kata kuncibawang merah, logam berat, biochar, mikoriza
Pembimbing 1Okti Herliana S. P., M. P.
Pembimbing 2Ahadiyat Yugi R., S.P., M.SI., D. Tech. Sc.
Pembimbing 3
Tahun2019
Jumlah Halaman11
Tgl. Entri2019-11-18 08:35:00.25578
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.