| NIM | F1F015051 |
| Namamhs | SAFIRA NOVIA SAFITRY |
| Judul Artikel | Studi Komparatif Kebijakan Ketenagakerjaan di Arab Saudi dan Uni Emirat Arab |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Penelitian ini akan membahas tentang bagaimana kebijakan ketenagakerjaan yang diterapkan di dua negara Teluk Arab, yakni Arab Saudi dan Uni Emirat Arab. Tujuan dari penelitian ini adalah memaparkan perbedaan diantara kebijakan pembatasan tenaga kerja asing yang melebur ke dalam kebijakan negara berskala nasional. Dalam pengkajiannya akan menggunakan teori perbandingan politik dari David Easton (1957), yang berfokus kepada membandingkan dengan berdasarkan input politik, proses politik, dan output politik dari kebijakan ketenagakerjaan dari tiap negara. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Arab Saudi dan UEA memiliki kesamaan input dari skala regional, yakni GCC sebagai penggagas pembangunan berkelanjutan yang memperhatikan pentingnya sektor tenaga kerja yang diperuntukkan bagi negara. Dalam prosesnya, kedua negara mengalami perbedaan yang dihadapi atas pengajuan kebijakan di ranah pemerintahan dan perdebatan dan yang ada di dalam negeri, sebelum pada akhirnya proses tersebut melahirkan kebijakan pembatasan ketenagakerjaan yang membagi kuota pekerjaan diantara pekerja asing dan pekerja lokal. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | This research will discuss how employment policies are implemented in two Arab Gulf countries, Saudi Arabia and the United Arab Emirates. The purpose of this study is to explain the differences between the foreign labor restriction policies which merge into national-scale state policies. In reviewing this research will use political comparison theory by David Easton (1957), which focuses on comparing based on political input, political process, and political output of employment policies from each country. The results of this study indicate that Saudi Arabia and the UAE have similar input on a regional scale, with the GCC as the initiator of sustainable development that pays attention to the importance of the labor sector that is destined for the country. In the process, the two countries experienced differences in the submission of policies in the realm of government and debate inside of the country, before finally the process rise a labor restriction policy which divided the work quota between foreign workers and local workers. |
| Kata kunci | GCC, Nitaqat, Tawteen¸ Perbandingan |
| Pembimbing 1 | Dr. Agus Haryanto, S.IP., M.Si |
| Pembimbing 2 | Nurul Azizah Zayzda, S.Sos., M.A |
| Pembimbing 3 | Renny Miryanti, S.IP., M,Si |
| Tahun | 2019 |
| Jumlah Halaman | 19 |
| Tgl. Entri | 2019-11-16 10:57:11.16658 |
|---|