Artikel Ilmiah : F1B013024 a.n. RIFALDI SYAFITRA

Kembali Update Delete

NIMF1B013024
NamamhsRIFALDI SYAFITRA
Judul ArtikelEFEKTIVITAS PROGRAM PENYULUHAN PERTANIAN LAPANGAN DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PETANI KOPI DI DUSUN SEMAYA DESA SUNYALANGU KECAMATAN KARANGLEWAS KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)Permasalahan kemiskinan adalah permasalahan umum yang dihadapi di hampir seluruh daerah di Indonesia, salah satu sektor pekerjaan yang melekat dengan permasalahan kemiskinan yaitu pada sektor pertanian, Dalam upaya mengatasi hal tersebut pemerintah mengeluarkan kebijakan berupa program penyuluhan pertanian. Kecamatan Karanglewas adalah salah satu Kecamatan di Kabupaten Banyumas yang menjalankan kebijakan penyuluhan pertanian melalui balai penyuluhan pertanian Kecamatan Karanglewas. Dalam pelaksanan program pertanian lapangan masih ditemui banyak permasalahan khususnya dalam penyuluhan pada petani kopi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efektifitas program penyuluhan pertanian lapangan dalam meningkatkan kualitas petani kopi di Dusun Semaya Desa Sunyalangu Kecamatan Karanglewas Kabupaten Banyumas.
Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survey, pengambilan responden menggunakan Simple Random Sampling. Metode analisis data yang digunakan adalah distribusi frekuensi, skor maksimal dan minimal, mean, modus, dan Kruskal-Wallis.
Hasil penelitian menunjukan bahwa Efektivitas Program Penyuluhan Pertanian Lapangan Dalam Meningkatkan Kualitas Petani Kopi Di Dusun Semaya Desa Sunyalangu Kecamatan Karanglewas Kabupaten Banyumas Tidak Efektif dengan rata-rata pemahaman program 3,00, rata-rata tepat sasaran 3,20, rata-rata tepat waktu 2,15, rata-rata tercapainya tujuan 2,43, dan rata-rata perubahan nyata 2,59.
Kesimpulan hasil penelitian ini Efektivitas Program Penyuluhan Lapangan Dalam Meningkatkan Kualitas Petani kopi di Dusun Semaya Desa Sunyalangu Kecamatan Karanglewas tidak efektif dalam meningkatkan kualitas petani kopi dan masih perlu banyak yang ditingkatkan seperti contohnya penampungan aspirasi petani, waktu penyuluhan, sarana dan prasana, dan jumlah penyuluh demi tercapainya tujuan program penyuluhan pertanian lapangan.
Abtrak (Bhs. Inggris)The problem of poverty is a common problem faced in almost all regions in Indonesia, one of the employment sectors that is attached to the problem of poverty is the agricultural sector. In an effort to overcome this the government issues a policy in the form of an agricultural extension program. Karanglewas Subdistrict is one of the Subdistricts in Banyumas Regency which carries out an agricultural extension policy through the Balai Penyuluhan Pertanain Kecamatan Karanglewas. In implementing the field agriculture program, there were still many problems encountered, especially in counseling coffee farmers. This study aims to determine the effectiveness of the field agricultural extension program in improving the quality of coffee farmers in Semaya Hamlet, Sunyalangu Village, Karanglewas District, Banyumas Regency. The research method used is a descriptive quantitative approach to the survey method, taking respondents using Simple Random Sampling. Data analysis methods used are frequency distribution, maximum and minimum scores, mean, mode, and Kruskal-Wallis.
The results showed that the effectiveness of the Field Agricultural Extension Program in Improving the Quality of Coffee Farmers in Semaya Hamlet, Sunyalangu Village, Karanglewas Subdistrict, Banyumas District Not Effective with an average understanding of the program 3.00, average on target 3.20, average on time 2 , 15, the average goal achievement is 2.43, and the average real change is 2.59.
The conclusion of this research is the Effectiveness of Field Agricultural Extension Program in Improving the Quality of Coffee Farmers in Semaya Hamlet, Sunyalangu Village, Karanglewas District, is not effective in improving the quality of coffee farmers and still needs to be improved a lot, for example, to collect the aspirations of farmers, extension time, facilities and infrastructure, and the number of extension workers for the sake of achieving the objectives of the field agricultural extension program.

Kata kunciEfektivitas, Penyuluhan Pertanian, Program.
Pembimbing 1Dr. Denok Kurniasih, M.Si
Pembimbing 2Drs. Moh. Imron, M.Si
Pembimbing 3Drs. Darmanto Sahat Satyawan. M.Kes., M.Si
Tahun2019
Jumlah Halaman15
Tgl. Entri2019-11-14 21:37:23.567156
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.