Artikel Ilmiah : L1A015006 a.n. UMI FATKHIYATUL JANNAH

Kembali Update Delete

NIML1A015006
NamamhsUMI FATKHIYATUL JANNAH
Judul ArtikelPOLA HUBUNGAN SOSIAL EKONOMI NELAYAN JURAGAN, BAKUL DAN BURUH DI CILACAP SELATAN
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini berjudul “Pola Hubungan Sosial Ekonomi Nelayan Juragan, Bakul, dan Buruh di Cilacap Selatan” yang dilakukan pada bulan Agustus 2019. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pola hubungan sosial ekonomi nelayan juragan, bakul, dan buruh. Penelitian ini menggunakan metode survey yaitu dengan melakukan wawancara kepada responden. Hasil penelitian menunjukan bahwa hubungan antara nelayan juragan, bakul, dan buruh membentuk pola patron-klien yaitu hubungan individu yang lebih tinggi kedudukan sosial ekonominya dengan individu yang lebih rendah kedudukan sosial ekonominya. Keberadaan nelayan juragan atau pemilik kapal memiliki kapasitas modal yang lebih banyak terkait kepemilikan kapal dan pemenuhan semua perlengkapan yang dibutuhkan dalam penangkapan ikan dan dioperasionalkan oleh ABK. ABK dan tekong inilah yang menjadi buruh bagi para juragan, yang menyediakan tenaganya guna menjalankan usaha penangkapan ikan. Selain itu keberadaan bakul juga memiliki kapasitas yang besar dalam kepemilikan modal, bakul akan meminjamkan modalnya kepada nelayan saat musim paceklik dan nelayan harus menjual hasi tangkapnnya kepada bakul.
Abtrak (Bhs. Inggris)This study is entitled The Social Economic Relations Pattern of Juragan, Bakul, and Labor Fishermen in South Cilacap. The purpose of this study is to determine the pattern of socio-economic relations of fishermen owners, seller, and laborers. This study uses a survey method by conducting interviews with respondents. The results showed that the relationship between fishermen owners, sellers, and laborers formed a patron-client pattern, namely the relationship of individuals with higher socioeconomic positions and individuals with lower socioeconomic positions. The existence of a fisherman skipper or boat owner has more capital capacity related to ship ownership and the fulfillment of all equipment needed for fishing and is operated by ABK. The crew and the tekong are the laborers of the skipper, who provide their energy to run a fishing business. Besides the existence of the seller also has a large capacity in capital ownership, the seller will lend his capital to fishermen during the lean season and the fisherman must sell his catch to the seller.
Kata kuncihubungan nelayan, juragan, bakul, buruh
Pembimbing 1Dr. Lilik Kartika Sari, S. Pi., M. Si
Pembimbing 2Ir. H. Arif Mahdiana, M.Si
Pembimbing 3
Tahun2019
Jumlah Halaman11
Tgl. Entri2019-11-14 21:23:00.074382
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.