| NIM | I1C015030 |
| Namamhs | WULAN ASTUTIK |
| Judul Artikel | Analisis Farmakognosi Dan Aktivitas Antifungi Ekstrak Etanol Bonggol Pisang Kepok (Musa acuminata x Musa balbiiana) Terhadap Pityrosporum ovale |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Ketombe adalah suatu keadaan anomali pada kulit kepala yang disebabkan oleh Pityrosporum ovale. Ketombe dapat diatasi menggunakan sampo Ketoconazole namun, dalam penggunaanya yang berlebihan dapat menyebabkan dermatitis dan kerusakan rambut. Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan menggunakan bonggol pisang kepok sebagai alternatif pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mutu simplisia bonggol pisang kepok dan diameter zona hambat ekstrak etanol bonggol pisang kepok terhadap P. ovale menggunakan metode difusi Kirby-Bauer. Data dianalisis secara deskriptif dan uji statistik one way ANOVA dilanjut dengan uji post hoc LSD pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukan bahwa simplisia bonggol pisang kepok memiliki standar mutu simplisia yang baik menurut MMI Jilid V dan ekstrak etanol bonggol pisang kepok dapat menghambat pertumbuhan Pityrosporum ovale dengan zona hambat berkisar 0,5-17,16 mm. Konsentrasi yang paling baik dari ekstrak ini yaitu pada konsentrasi 40%, yang memiliki aktivitas antifungi tergolong kuat dengan nilai p=0,000. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Dandruff is an anomoulus condition on the scalp caused by Pityrosporum ovale.. Dandruff can be solved using Ketoconazole shampoo. However, in its excessive use can cause dermatitis and hair damage. These problems can be solved with kepok banana’s hump as an alternative treatment. This research aims to determine the quality simplicia of kepok banana’s hump and inhibition zone diameter the ethanol extract of kepok banana’s hump against P. ovale. using Kirby-bauer diffusion method and data were analyzed descriptively and statistic test of one way ANOVA continued with post hoc LSD test at 95% confidence level. The results showed that simplicia of kepok banana’s hump was fulfilled the good simplicia quality standards according to Materia Medika Indonesia Volume V and the ethanol extract of kepok banana’s hump could inhibit Pityrosporum ovale’s growth at ranging zone 0,5-17,16 mm. The most effective concentration was 40% which had strong antifungal activity. |
| Kata kunci | analisis farmakognosi, bonggol pisang kepok, aktivitas antifungi, Pityrosporum ovale |
| Pembimbing 1 | Drs. Sunarto MS., MP |
| Pembimbing 2 | Dr. Warsinah, M. Si., Apt |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2019 |
| Jumlah Halaman | 10 |
| Tgl. Entri | 2019-11-13 15:22:14.712656 |
|---|