| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Tujuan penelitian ini adalah mengkaji level optimal penambahan pollard dalam pembuatan silase rumput gajah mini terhadap VFA dan N-NH3 secara in vitro. Materi penelitian yang digunakan adalah cairan rumen dari 3 ekor sapi potong yang diambil di RPH Bantarwuni, rumput gajah mini 40 kg, pollard 8 kg, dan molases 1%. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah eksperimen dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dan dilanjutkan dengan uji orthogonal polynomial. Perlakuan yang diuji yaitu penambahan pollard dengan level P0 (0%), P1 (10%), P2 (20%), P3 (30%), dan P4 (40%). Peubah yang diukur adalah VFA dan N-NH3. Hasil analisis variansi menunjukan bahwa penambahan pollard berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap VFA dan N-NH3. Hasil nilai rata-rata konsentrasi VFA P0 (82 ± 4,32 mM), P1 (107,5 ± 10,63 mM), P2 (120 ± 4,32 mM), P3 (157 ± 2,58 mM), P4 (167 ± 6,83 mM) dan konsentrasi N-NH3 P0 (10,55 ± 1,11 mM), P1 (11,33 ± 0,41 mM), P2 (13,60 ± 0,87 mM), P3 (13,13 ± 0,30 mM), P4 (13,10 ± 0,48 mM). Hasil uji lanjut orthogonal polynomial diperoleh persamaan regresi linear yaitu Y = 82,8 + 2,195 x pada hasil konsentrasi VFA dan persamaan regresi kuadrater yaitu Y = 10,339 + 0,1936 x + ( - 0,0031 x2) dengan titik optimal (35,18% ; 13,35mM) pada hasil konsentrasi N-NH3. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penambahan pollard pada pembuatan silase rumput gajah mini mampu meningkatkan konsentrasi VFA dan N-NH3, serta penambahan pollard yang optimal yaitu sebesar 35,18% jika ditinjau dari konsentrasi N-NH3. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | The purpose of this research is to examine the optimal level of pollard addition in making dwarf elephant grass silage to VFA and N-NH3 in vitro. The research material used is the rumen fluid of 3 beef cattle taken by at RPH Bantarwuni, dwarf elephant grass 40 kg, pollard 8 kg, and molasses 1%. The method used in the study was experimentation using a Complete Randomized Design (CRD) and continued with polynomial orthogonal trials. The tested treatment was the addition of pollard with the level of P0 (0%), P1 (10%), P2 (20%), P3 (30%), and P4 (40%). The measured variable is VFA and N-NH3. Results of variance analysis showed that the addition of pollard is very noticeable (P < 0.01) against the VFA and N-NH3. The average value of the concentration of VFA P0 (82 ± 4.32 mM), P1 (107.5 ± 10.63 mM), P2 (120 ± 4.32 mM), P3 (157 ± 2.58 mM), P4 (167 ± 6.83 mM) and N-NH3 concentrations is P0 (10.55 ± 1.11 mM), P1 (11.33 ± 0.41 mM), P2 (13.60 ± 0.87 mM), P3 (13.13 ± 0.30 mM), P4 (13.10 ± 0.48 mM). Advanced orthogonal polynomial test result obtained linear regression equation of Y = 82.8 + 2.195 x on the results of VFA concentration and quadratic regression equation of Y = 10.339 + 0.1936 x + (-0.0031 x2) with optimal point (35.18%; 13, 35mM) on the result of concentration N-NH3. The conclusion of this research is the addition of pollard in the ensilage process of dwarf elephant grass to increase the concentration of VFA and N-NH3, as well as optimal pollard accretion of 35.18% when reviewed from the N-NH3 concentration. |