| NIM | H1C015006 |
| Namamhs | MUHAMAD AFIRUDIN PAMUNGKAS |
| Judul Artikel | KONTROL STRUKTUR GEOLOGI PADA KEMUNCULAN MATA AIR PANAS BUMI DAERAH SUBANG, JAWA BARAT |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abstrak. Mata air panas Ciniru dan Subang terletak dibagian tenggara Gunung Ciremai, tepatnya terletak di Desa Subang, Kecamatan Subang, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Terdapat 3 manifestasi panas bumi berupa mata air panas di Daerah Subang, yaitu 2 mata air panas di Daerah Ciniru dan 1 mata air panas Daerah Subang. Mata air panas Ciniru 1 keluar dari litologi batulempung, terdapat beberapa keluaran pada satu lokasi yang saling berdekatan, memiliki sinter travertin, rasa asin dan warna air berwarna coklat. Mata air panas Ciniru 2 keluar dari rekahan batuan yang terdapat di bawah tebing dengan litologi batupasir. Sedangkan mata air panas Subang keluar dari rekahan batupasir. Penelitian ini menggunakan metode pemetaan geologi, analisis anomali gaya berat, dan geokimia air mata air panas. Ketiga mata air panas terletak pada suatu kelurusan struktur geologi yang berarah relatif utara-selatan. Kehadiran stuktur geologi mengontrol kemunculan mata air panas di daerah penelitian. Beberapa struktur yang ditemukan adalah sesar mendatar kiri, sesar naik, dan lipatan sinklin dan antiklin. Berdasarkan analisis anomali residual dan geologi menunjukan perbedaan anomali yang signifikan yang kemudian diinterpretasikan sebagai daerah dengan litologi kompak batuan beku dengan densitas 2.8 - 3.1 gr/cm3; dan zona permeabel struktur geologi dengan densitas 1.97 - 2.6 gr/cm3. Ketiga manifestasi masuk dalam tipe air klorida, memiliki satu reservoir yang sama, memiliki temperature dari 136°C-159°C, dan tergolong sebagai sistem panas bumi temperatur sedang. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Abstract. Ciniru and Subang hot springs are located in the southeastern part of Mount Ciremai, precisely located in the Subang Village, Subang District, Kuningan District, West Java. There are 3 manifestations of geothermal in the form of hot springs in the Subang Region. It is two hot springs in the Ciniru Region and one hot spring in the Subang Region. Ciniru 1 hot springs come out of claystone lithology, there are several outputs in one location that are close to each other, they have sinter tervertine, have a salty taste and the color of the water is brown. Ciniru 2 hot springs emerge from rock fractures found beneath cliffs with sandstone lithology. While the Subang hot springs come from fractures in sandstone. This study uses geological mapping, gravity anomaly analysis, and geochemical water analyses methods. The three hot springs are located in an alignment of the north-south direction of the geological structure. The presence of a geological structure controls the appearance of hot springs in the study area. Some of the geological structures were left strike slip and reverse faults, and syncline and anticline folds. Based on the analysis of residual and geological anomalies, it shows a significant anomaly difference which is then interpreted as an area with compact lithology of igneous rock with a density of 2.8 - 3.1 gr / cm3; and permeable zones of geological structures with densities of 1.97 - 2.6 gr / cm3. The three manifestations were the chloride water type, have one system or reservoir, have temperatures of 136°-159°C, enter the medium temperature geothermal system. |
| Kata kunci | Subang, Ciniru, anomali gaya berat, geokimia air panas. |
| Pembimbing 1 | Sachrul Iswahyudi S.T,M.T |
| Pembimbing 2 | Adi Candra S.T,M.T |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2019 |
| Jumlah Halaman | 6 |
| Tgl. Entri | 2019-11-08 17:16:30.732089 |
|---|