Artikel Ilmiah : E1A115010 a.n. DEA BUNGA AFINA RAENA PUTRI
| NIM | E1A115010 |
|---|---|
| Namamhs | DEA BUNGA AFINA RAENA PUTRI |
| Judul Artikel | TINJAUAN YURIDIS TERHADAP EKSEKUSI HAK TANGGUNGAN AKIBAT WANPRESTASI DALAM PERJANJIAN KREDIT ANTARA PT. BANK TABUNGAN PENSIUNAN NASIONAL TBK CABANG BOBOTSARI DENGAN DEBITUR (Studi Putusan Perkara Nomor 16/Pdt.G/2014/PN-PBG) |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Penelitian dalam skripsi membahas mengenai dasar gugatan Debitur yang mengajukan keberatan atas pelaksanaan eksekusi objek hak tanggungan dalam putusan Pengadilan Negeri Purbalingga Nomor 16/Pdt.G/2014/PN.Pbg. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif, dengan spesifikasi penelitian deskriptif dan analisis secara normative kualitatif. Berdasarkan hasil analisis diperoleh kesimpulan bahwa : Lelang eksekusi objek hak tanggungan yang dilakukan oleh kreditur telah sesuai dengan syarat dan prosedur eksekusi hak tanggungan, yaitu parate eksekusi berdasarkan Pasal 6 UUHT dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 93/PMK.06/2010 tentang Peraturan Pelaksanaan Lelang. Alasan yang digunakan debitur dalam mengajukan keberatan lelang tidak mempunyai dasar hukum yang sah, dan tindakan kreditur tidak dapat dikategorikan sebagai perbuatan melawan hukum. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Minithesis discuss the basis of the claim Debtor field an objection to the execution of the object of a mortgage in the Purbalingga District Court No. 16/Pdt.G/2014/Pbg. The methode used is a juridical normative, with the research spesification of descriptive and normative qualitative analysis. Based on the analysis, I concluded that : The execution of auction of mortgage object by creditors in accordance with the terms and procedures for the mortgage execution, namely parate executie under Article 6 of Mortgage Law and Finance Minister Regulation No. 93/PMK.06/2010 concerning the Implementation Regulations of the Auction. Reasson for use in the Debtor filed an objection to the action did not have a legitimate legal basis, and in contrary creditor action can not be categorized as an unlawful act by inhibiting execution. |
| Kata kunci | Wanprestasi, Parate Eksekusi, Hak Tanggungan. |
| Pembimbing 1 | Nur Wakhid, S.H., M.H. |
| Pembimbing 2 | Budiman Setyo Haryanto, S.H., M.H. |
| Pembimbing 3 | Dr. Sulistyandari, S.H., M.Hum. |
| Tahun | 2019 |
| Jumlah Halaman | 20 |
| Tgl. Entri | 2019-11-07 09:48:09.769255 |