Artikel Ilmiah : H1D014060 a.n. ANDHIKA GAYUH PRATAMA
| NIM | H1D014060 |
|---|---|
| Namamhs | ANDHIKA GAYUH PRATAMA |
| Judul Artikel | DETEKSI KEKERINGAN DI PROVINSI JAWA BARAT, BANTEN, DAN DKI JAKARTA DENGAN METODE Standardized Precipitation Index (SPI) |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Menurut Badan Nasional Penanggulangan bencana (BNPB), bencana alam kekeringan di Indonesia telah terjadi sebanyak 2001 kejadian dalam kurun waktu 15 tahun, dari tahun 2003 sampai dengan 2018. Dengan total korban menderita dan mengungsi sebanyak 11,8 juta jiwa. Pada Provinsi Jawa Barat, Banten, dan DKI Jakarta telah terjadi bencana kekeringan sebanyak 460 kejadian, dengan total korban menderita dan mengungsi sebanyak 4,5 juta jiwa. Mempertimbangkan dampak serius dari kekeringan di Indonesia, pengembangan pemantauan kekeringan dan sistem prediksi sangat diperlukan karena negara ini bergantung pada pertanian tadah hujan. Memantau perkembangan kekeringan dan memberikan perkiraan musiman yang tepat waktu sangat penting untuk pengurangan risiko kekeringan. Di sisi lain, ada beragam metode yang dapat digunakan dalam proses deteksi bencana alam kekeringan dengan berbagai variabel. Dalam penelitian ini akan digunakan Standardized Precipitation Index (SPI). Setelah dianalisis, maka didapatkan kesimpulan bahwa wilayah Jawa Barat, Banten, dan DKI Jakarta memiliki jumlah desa dengan tingkat resiko bencana kekeringan rendah sebanyak 3564 desa, tingkat resiko bencana kekeringan sedang sebanyak 3160 desa, dan tingkat resiko bencana kekeringan tinggi sebanyak 2 desa. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | According to the National Disaster Management Agency (BNPB), drought natural disasters in Indonesia have occurred in 2001 over a period of 15 years, from 2003 to 2018. With a total of 11.8 million people suffering and displaced. In the provinces of West Java, Banten, and DKI Jakarta, 460 incidents of drought have occurred, with a total of 4.5 million victims displaced and displaced. Considering the serious effects of drought in Indonesia, the development of drought monitoring and prediction systems is needed because the country is dependent on rain-fed agriculture. Monitoring the development of drought and providing timely seasonal estimates is essential for reducing the risk of drought. On the other hand, there are various methods that can be used in the process of detecting natural disasters with various variables. In this study Standardized Precipitation Index (SPI) will be used. After 3 analyzing, it can be concluded that West Java, Banten and DKI Jakarta have a number of villages with low drought risk level of 3564 villages, moderate drought risk level of 3160 villages, and high drought risk level of 2 villages. |
| Kata kunci | ancaman, tingkat kerentanan, kekeringan |
| Pembimbing 1 | Dr. Ing Suroso, S.T., M.Sc. |
| Pembimbing 2 | Dr. Ardiansyah, S.TP., M.Si. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2019 |
| Jumlah Halaman | 15 |
| Tgl. Entri | 2019-11-04 14:51:59.361522 |