Artikel Ilmiah : F1D015011 a.n. ARIFAH SITTA QOTRUNADA

Kembali Update Delete

NIMF1D015011
NamamhsARIFAH SITTA QOTRUNADA
Judul ArtikelRelasi Aktor Dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam Di Desa Suro Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas Tahun 2018
Abstrak (Bhs. Indonesia)Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan mengenai bagaimana relasi aktor yang terjadi dalam pengelolaan sumber daya alam di Desa Suro Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas tahun 2018.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan menggunakan paradigma kontruktivisme, serta menggunakan prespektif strukturalisme dan pendekatan penelitian studi kasus. Dalam pemilihan informan, peneliti ini menggunakan dua teknik pemilihan informan diantaranya adalah teknik purposive sampling dan snowball sampling. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini sendiri dilakukan dengan teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Kerangka pemikiran yang digunakan dalam penelitian ini diantaranya adalah Politik Di Desa, Relasi Aktor, Sumber Daya Alam: Galian C.
Hasil penelitian menunjukan bahwa relasi aktor yang terjadi dalam pengelolaan sumber daya alam di Desa Suro Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas tahun 2018 melibatkan aktor-aktor yang berasal dari pihak pemerintah desa serta tokoh-tokoh lokal yang memiliki kekuasaan serta modal yang cukup untuk membiayai pengoperasian galian di Desa Suro Kecamatan Kalibagor. Galian pasir yang berjalan tidak memiliki izin resmi namun dapat tetap berjalan hingga saat ini dikarenakan relasi dan kedekatan pihak galian dengan pemerintah desa. Relasi yang tejalin ini mengakibatkan keberadaan galian mendapat dukungan dari pihak pemerintah desa. Aktor-aktor yang terlibat dalam proses pengelolaan galian ini dikategorikan melakukan kegiatan politik dengan tujuan untuk mencapai kepentingan atas nama pribadi atau pun kelompok. Sikap politik dari para aktor yang terlibat dalam pengelolaan galian pasir ini menunjukan bahwa terdapat relasi kolutif yang terjadi. Permasalahan lingkungan yang diakibatkan adanya galian pasir tidak dapat dianggap remeh. Dampak jangka panjang harus dipikirkan agar kerusakan lingkungan tidak semakin parah. Karena hal tersebut merupakan ancaman mengerikan bagi kelestarian lingkungan dan keseimbangan ekosistem disekitar lokasi galian pasir. Dalam kasus pengelolaan galian pasir di Desa Suro Kecamatan Kalibagor diperlukan upaya yang tegas. Pemerintah desa harus bersikap tegas berkaitan dengan izin serta dampak lingkungan yang ditimbulkan akibat adanya galian pasir.
Abtrak (Bhs. Inggris)The purpose of this study is to describe how the relation between actors that occur in the management of natural resources in Suro Village, Kalibagor District, Banyumas Regency in 2018.
The method used in this study is a qualitative method using the paradigm of constructivism, as well as using a structuralism perspective and a case study research approach. In the selection of informants, this researcher used two informant selection techniques including purposive sampling and snowball sampling techniques. Data collection used in this study itself was carried out by observation, in-depth interviews, and documentation. The framework of thought used in this study include Politics in the Village, Actor Relations, Natural Resources: Galian C.
The results showed that the relation of actors that occurred in the management of natural resources in Suro Village, Kalibagor District, Banyumas Regency in 2018 involved actors from the village government as well as local figures who had sufficient power and capital to finance the operation of excavations in the village. Suro, Kalibagor District. Sand excavation that runs does not have official permission but can continue to run until now due to the relations and closeness of the excavation party with the village government. This close relationship resulted in the excavation being supported by the village government. The actors involved in the process of managing the excavation are categorized to carry out political activities with the aim of achieving interests on behalf of individuals or groups. The political attitude of the actors involved in the management of the sand excavation shows that there is a collusive relation that has taken place. Environmental problems caused by sand excavation cannot be underestimated. Long-term impacts must be considered so that environmental damage is not getting worse. Because it is a terrible threat to environmental sustainability and the balance of the ecosystem around the sand excavation location. In the case of sand excavation management in Suro Village, Kalibagor District, a firm effort is needed. The village government must act decisively with regard to permits and the environmental impacts caused by sand excavation.
Kata kunciRelasi Aktor, Galian Pasir, Pengelolaan Sumber Daya Alam, Pemerintah Desa, Tokoh Lokal.
Pembimbing 1Indaru Setyo Nurprojo, S.IP., MA.
Pembimbing 2Ahmad Sabiq, S.IP., MA.
Pembimbing 3Ahmad Rofik, S.Sos., MA.
Tahun2019
Jumlah Halaman1
Tgl. Entri2019-10-24 13:16:29.69751
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.