Artikel Ilmiah : A1C015026 a.n. RIKI ALFIAN SETIADI
| NIM | A1C015026 |
|---|---|
| Namamhs | RIKI ALFIAN SETIADI |
| Judul Artikel | Uji Performansi Tungku Apolo Berbahan Bakar Biomassa pada Produksi Gula Semut di Desa Karang Kemiri, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Permintaan gula semut terus meningkat dari waktu ke waktu, hal ini tidak lepas dari usaha para produsen gula semut yang terus melakukan pengembangan pasar. Namun muncul banyak permasalahan dibalik jumlah permintaan yang banyak, yaitu penggunaan tungku yang belum efektif dan masih seadanya. Penelitian ini dilakukan dengan menguji performansi tungku Apolo berbahan bakar biomassa di industri gula kelapa rumahan Desa Karang Kemiri, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas. Dalam penelitian ini, bahan bakar biomassa yang digunakan terdapat tiga jenis yaitu kayu albasia, tempurung kelapa, dan pelepah pohon kelapa yang semuanya sudah dalam keadaan kering (Kadar air maks 12,67% basis basah). Penelitian ini bertujuan: 1) Mengetahui kebutuhan energi yang digunakan pada produksi gula semut menggunakan tungku Apolo; 2) Mengetahui bahan bakar atau biomassa yang paling efisien pada produksi gula semut menggunakan tungku Apolo; 3) Mengetahui nilai efisiensi tungku Apolo pada produksi gula semut. Pengambilan data dilakukan dengan 2 pengulangan menggunakan masing-masing bahan bakar dengan mengukur variabel yang telah ditentukan, yaitu: 1) Suhu, meliputi suhu nira, wajan bagian luar, dinding tungku, dan lingkungan; 2) Waktu, meliputi waktu penyalaan tungku, waktu pemasakan nira, dan waktu total pembuatan gula semut; 3) Laju konsumsi bahan bakar/FCR (Fuel Consumption Rate) yaitu massa awal bahan bakar dikurangi massa akhir bahan bakar setelah pemasakan. Hasil penelitian menunjukan nilai rata-rata efisiensi tungku Apolo pada produksi gula semut menggunakan kayu albasia adalah sebesar 27,13% dengan nilai FCR 5,23 kg/jam, tempurung kelapa sebesar 14,85% dengan nilai FCR 7,64 kg/jam, dan pelepah kelapa sebesar 18,74% dengan nilai FCR 7,07 kg/jam. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | The demand of granular sugar is continues to increase every time, this case is an effort of granular sugar producers who continue to develop the sugar market. However, there are many problems behind the large number of demand, that is the use of furnace that have not been effective and are still inadequate, which still use biomass cooking furnace. This research was conducted with the performance of the Apolo furnace in the home-grown coconut sugar industry Karang Kemiri, Pekuncen, Banyumas. In this research, the biomass fuel use, there are 3 types Albasia wood, coconut shell, and coconut tree midrib, all of material were already dry (max water content was 12.67% wet base). This purpose of research are: 1) To find out the energy 2 requirements which used in the production of granular sugar use the Apolo furnace; 2) to know the most efficient fuel or biomass in the production of granular sugar which use the Apolo furnace; 3) to know the efficiency of the Apolo furnace in the production of granular sugar. Data retrieval is done by 2 repetitions using each fuel by measuring the variables that have been determined, namely: 1) Temperature, including the temperature of the sap, the outer pan, the furnace wall, and the environment; 2) Time, including ignition timing, cooking time, and total time for making granular sugar; 3) FCR (Fuel consumption Rate) is the initial mass of fuel minus the final mass of fuel after cooking. The results showed that the average efficiency of Apolo furnace in the production of ant sugar using Albasia wood was 27.13% with an FCR value of 5.23 kg / hour, coconut shell of 14.85% with an FCR value of 7.64 kg / hour, and coconut midrib at 18.74% with a FCR value of 7.07 kg / hour. |
| Kata kunci | Gula Semut, tungku Apolo, efisiensi, FCR (Fuel Consumption Rate) |
| Pembimbing 1 | Furqon, S.TP., M.Si. |
| Pembimbing 2 | Abdul Mukhlis Ritonga, S.TP., M.Sc. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2019 |
| Jumlah Halaman | 16 |
| Tgl. Entri | 2019-10-15 00:14:10.732188 |