Artikel Ilmiah : C1A015019 a.n. MUALLIFAH PRANA BELLA

Kembali Update Delete

NIMC1A015019
NamamhsMUALLIFAH PRANA BELLA
Judul ArtikelAnalisis Efisiensi Usaha Dan Kesejahteraan Rumah Tangga Pengrajin Rotan Di Desa Tegalwangi Kabupaten Cirebon
Abstrak (Bhs. Indonesia)Desa Tegalwangi merupakan sentra industri rotan pertama yang ada di Kabupaten Cirebon yang terkenal dengan sebutan Kampung Wisata Rotan Galmantaro. Industri kerajinan rotan di Desa Tegalwangi Kabupaten Cirebon merupakan industri rumah tangga skala lokal. Kerajinan rotan yang dihasilkan oleh pengrajin rotan di Desa Tegalwangi adalah berupa kursi mio, tudung saji, kursi unyil, ayunan bayi, kuda-kudaan, furniture dan keranjang. Pengrajin sebagai pemilik usaha sekaligus tenaga kerja, rata-rata sudah menjalankan usahanya cukup lama. Para pengrajin menjalankan usahanya dengan mengandalkan keterampilan yang dimiliki. Namun pengalaman saja belum cukup untuk menjamin usahanya dapat terus bertahan, selain itu mereka juga kurang mengetahui penerimaan dan biaya usaha secara pasti. Mereka hanya beranggapan yang terpenting mendapatkan penghasilan dari usahanya tersebut. Seorang pengrajin sebagai produsen tentu memiliki tujuan untuk memperoleh keuntungan dari usaha yang dimilikinya. Untuk dapat mencapai tujuan tersebut maka pengrajin harus memperhatikan efisiensi usahanya, sehingga mereka dapat memperoleh keuntungan dan memenuhi kebutuhan hidupnya dan keluarga sehari hari berdasarkan standar Kebutuhan Hidup Layak Kabupaten Cirebon tahun 2018. Tujuan dalam penelitian ini adalah (1) mengetahui efisiensi usaha kerajinan rotan di Desa Tegalwangi Kabupaten Cirebon (2) mengetahui kesejahteraan rumah tangga pengrajin rotan di Desa Tegalwangi Kabupaten Cirebon. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis biaya, pendapatan dan keuntungan, analisis R/C Ratio dan analisis perbandingan pendapatan perkapita dengan standar Kebutuhan Hidup Layak (KHL) Kabupaten Cirebon sebesar Rp1.873.701,00. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) usaha kerajinan rotan di Desa Tegalwangi sudah efisien karena memiliki rata- rata nilai R/C ratio lebih dari satu (2) rumah tangga kerajinan rotan di Desa Tegalwangi dapat dikatakan sejahtera karena pendapatan perkapita anggota rumah tangga pengrajin lebih besar dari KHL.
Abtrak (Bhs. Inggris)Tegalwangi Village is the first center of rattan industry in Cirebon Regency known as the Galmantaro Rattan Tourism Village. Rattan handicraft industry in Tegalwangi Village, Cirebon Regency is a local scale home industry. Rattan handicrafts produced by rattan craftsmen in Tegalwangi Village are mio chairs, food hoods, unyil chairs, baby swings, piggybacks, furniture and baskets. Craftsmen as business owners as well as workers, on average, have run their businesses long enough. The craftsmen run their businesses by relying on their skills. However, experience alone is not enough to guarantee their business can continue to survive, but they also do not know the exact revenue and business costs. They only assume the most important thing is getting income from the business. A craftsman as a producer certainly has a goal to obtain profits from his business. To be able to achieve these goals, craftsmen must pay attention to the efficiency of their businesses, so they can benefit and meet their daily needs and families based on the standard of decent living needs of Cirebon Regency in 2018. The objectives in this study are (1) to determine the efficiency of rattan handicraft businesses in the village. Tegalwangi Cirebon Regency (2) knows the welfare of the household of rattan craftsmen in Tegalwangi Village, Cirebon Regency. The data analysis technique used is the analysis of costs, income and profits, R / C Ratio analysis and comparative analysis of per capita income with the standard of Living Needs (KHL) of Cirebon Regency amounting to Rp1,873,701.00. The results show that (1) rattan handicraft business in Tegalwangi Village is efficient because it has an average R / C ratio of more than one (2) rattan handicraft households in Tegalwangi Village can be said to be prosperous because the income per capita of household craftsmen is greater from KHL.

Kata kunciefisiensi usaha, kerajinan rotan, kesejahteraan rumah tangga.
Pembimbing 1Dra. Dijan Rahajuni, M.Si
Pembimbing 2Drs. Goro Binardjo, M.Si
Pembimbing 3Irma Suryahani, S.E., M.Si
Tahun2019
Jumlah Halaman141
Tgl. Entri2019-10-08 11:23:25.233869
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.