Artikel Ilmiah : G1A014085 a.n. MEGA RANI ANGGERENI

Kembali Update Delete

NIMG1A014085
NamamhsMEGA RANI ANGGERENI
Judul ArtikelEuthanasia Dalam Persepsi Berbagai Pemuka Agama di Kabupaten Banyumas
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penemuan-penemuan sains dan teknologi kesehatan membawa konsekuensi tertentu kepada umat manusia seperti euthanasia. Berdasarkan prosedur pelaksanaannya, euthanasia dapat digolongkan menjadi dua jenis yaitu euthanasia pasif dan euthanasia aktif. Euthanasia merupakan suatu persoalan yang dilematik karena pendapat pro dan kontra. Mengetahui persepsi berbagai pemuka agama terhadap euthanasia. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif dengan metode wawancara semi terstruktur. Subyek dalam penelitian ini adalah 12 informan yang merupakan pemuka agama di kabupaten Banyumas. Hasil penelitian ini. peneliti menemukan bahwa pandangan berbagai agama seperti Islam, Kristen Protestan, Budha, Konghuchu, Hindu di kabupaten Banyumas jelas menolak adanya praktik euthanasia baik euthanasia aktif maupun euthanasia pasif. namun pada agama Kristen katolik yaitu gereja menolak adanya euthanasia aktif , sedangkan euthanasia pasif dapat dibenarkan karena tidak termasuk ke dalam bentuk pembunuhan. Euthanasia dalam persepsi pemuka agama Budha, Konghuchu, dan Hindu tetap tidak diperbolehkan dengan alasan apapun. Namun pada pemuka agama Islam, Kristen protestan dan Kristen Katolik memiliki penafsiran berbeda mengenai euthanasia yang diperbolehkan.
Abtrak (Bhs. Inggris)Discoveries in health science and tehnology bring consequences to mankind, such as euthanasia practice. Based on the procedure, euthanasia can be classified into two types: passive euthanasia and active euthanasia. Euthanasia has always been a dilemmatic problem because the practice of euthanasia has faced confliting views from people. Knowing the perception of religious public figures on euthanasia. This research applies a qualitative design with a semi-structured interview method. 12 religious public figures in the district of Banyumas were interviewed as research subjects. The result of this researchers found that the views of various religions such as Islam, Protestantism, Buddhism, Konghuchu, Hinduism in Banyumas district clearly rejected the practice of euthanasia both active euthanasia and passive euthanasia. but in Catholic Christianity, the church rejects active euthanasia, whereas passive euthanasia can be justified because it does not belong to the form of murder. Euthanasia in the perception of Buddhist, Konghuchu, and Hindu religious leaders is still not allowed for any reason. However, the leaders of Islam, Protestant Christians and Catholic Christians have different interpretations of euthanasia which is permissible.
Kata kunciEuthanasia, Persepsi, Pemuka Agama
Pembimbing 1dr. Miko Ferine, M.Med.Ed
Pembimbing 2RR. Dyah Woro Dwi Lestari, S.psi, M.A
Pembimbing 3
Tahun2019
Jumlah Halaman18
Tgl. Entri2019-10-04 11:12:12.164301
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.