Artikel Ilmiah : C1A014017 a.n. HELINA MAYA PUSPA

Kembali Update Delete

NIMC1A014017
NamamhsHELINA MAYA PUSPA
Judul ArtikelANALISIS FAKTOR PRODUKSI INDUSTRI BESEK DI DESA BERTA KECAMATAN SUSUKAN KABUPATEN BANJARNEGARA
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini mengambil judul “Analisis Faktor Produksi Industri Besek Bambu di Desa Berta Kecamatan Susukan Kabupaten Banjarnegara”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh faktor produksi bahanbaku, modal dan jam kerja terhadap nilai produksi besek bambu, dan untuk mengetahui analisis efisiensi usaha industri besek bambu di Desa Berta Kecamatan Susukan Kabupaten Banjarnegara. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pengrajin besek bambu di Desa Berta Kecamatan Susukan Kabupaten Banjarnegara.
Penelitian menggunakan metode penelitian analisis linier berganda dengan metode Cobb-Douglass, kemudian untuk mengukur persentase pendapatan usaha menggunakan ratio profitabilitas Net Profit Margin (NPM) dan untuk menghitung analisis efisiensi menggunakan R/C ratio. Jumlah responden yang diambil dalam penelitian ini adalah 94 responden. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling.
Hasil penelitian menunjukan bahwa :1) Variabel bahan baku dan jam kerja secara parsial berpengaruh terhadap nilai produksi besek bambu di Desa Berta Kecamatan Susukan Kabupaten Banjarnegara. Sedangkan faktor produksi modal tidak berpengaruh nyata terhadap produksi besek bambu di Desa Berta Kecamatan Susukan Kabupaten Banjarnegara. 2) Persentase pendapatan pengrajin besek bambu di Desa Berta Kecamatan Susukan Kabupaten Banjarnegara sebesar 51,9% dari total penjualan, yang artinya usaha industri besek bambu telah memberikan keuntungan bagi setiap pengrajin besek. 3) Nilai R/C ratio industri besek lebih dari satu (R/C > 1),sehingga dapat disimpulkan bahwa industri besek bambu di Desa Berta Kecamatan Susukan Kabupaten Banjarnegara telah efisien.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This research entitled “ An Analysis of Production Factor on bamboo besek Industry in Berta Village, Susukan, Banjarnegara”.The aims of this research were; (1) to knowledge the influence of production factor materials, capital assests, and job hours toward production value of the bamboo besek. (2) to knowledge the eficiency analysis of bamboo besek industry in Berta Village.
This research used multiple linear analysis by Cobb Douglass, profitability ratio Net Profit Margin (NPM) for measuring the percentage of operating revenues, and R/C ratio for measuring the efeciency analysis. The number of respondents taken in this study was 94 respondents. The population of this research was all of the bamboo besek craftsman in the Berta Village by using random sampling.
The result shows: (1) the varable of materials and job hours partially influence the production value of the bamboo besek in Berta Village. Meanwhile, the production factor capital assets not affect towards the manufacturing of bamboo besek in Berta Village. (2) the percentage of the bamboo besek operating revenue is 51,9% from the sales total which means the manufacturing of bamboo besek gives the benefit for all the craftsman. (3) The value of R/C ratio the manufacturing of bamboo besek is more than one (R/C > 1) which means the manufacturing of bamboo besek in Berta Village have been efficient.
Kata kuncibambu, modal, jam kerja, pendapatan, Cobb-Douglass, efisiensi usaha
Pembimbing 1Drs. Hary Pudjianto, M.M
Pembimbing 2Kikin Windhani, S.E., M.Ec.Dev
Pembimbing 3Drs. Rakhmat Priyono, M.E
Tahun2019
Jumlah Halaman18
Tgl. Entri2019-10-04 06:43:40.252301
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.