| NIM | F1B015030 |
| Namamhs | DESI RATNASARI |
| Judul Artikel | Peran Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) dalam Meningkatkan Jumlah Peserta KB di Kecamatan Somagede Kabupaten Banyumas |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Salah satu upaya untuk mensejahterakan keluarga adalah mencegah terjadinya ledakan penduduk melalui program keluarga berencana (KB). Keberhasilan program KB tidak terlepas dari peran penyuluh KB di lapangan, agar tujuan program KB dapat terwujud perlu ditingkatkan kesertaan ber-KB masyarakat. Salah satu kecamatan yang belum berhasil melaksanakan program KB adalah Kecamatan Somagede hal tersebut dilihat dari rendahnya kesertaan ber-KB masyarakat karena rendahnya kesadaran masyarakat tentang program KB, pemikiran masyarakat yang masih menganggap bahwa KB adalah sesuatu yang tidak etis dan tabu, ada juga yang menganggap bahwa KB adalah sesuatu yang haram, rendahnya tingkat pendidikan, mudanya usia pernikahan, prinsip setiap anak mempunyai rezeki masing-masing, masih ada yang tidak memperoleh ijin dari suami atau orangtua serta anggapan bahwa KB adalah kewajiban seorang wanita. Metode penelitian yang dgunakan adalah kualitatif deskriptif. Fokus penelitian ini pada peran PKB dalam meningkatkan jumlah peserta KB dengan mengaitkan tugas pokok dan fungsi PKB pada teori peran dari arsyad yang meliputi entrepreneur, koordinasi, fasilitasi dan stimulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan peran PKB dalam meningkatkan jumlah peserta KB di Kecamatan Somagede pada peran penggerakan dan penyuluhan belum maksimal hal tersebut dilihat dari belum ada inovasi yang dilakukan dalam peran penggerakan dan penyuluhan, fasilitasi yang diberikan belum maksimal, penyuluhan yang dilakukan oleh PKB belum maksimal, koordinasi yang dilakukan belum maksimal, serta pendekatan dan KIE yang dilakukan kepada masyarakat belum maksimal. Sedangkan untuk peran pelayanan dan pengembangan sudah maksimal namun masih perlu ditingkatkan. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | One effort to prevent a population explosion in Indonesia is through family planning programs in Indonesia commonly called Keluarga Berencana (KB). The success of family planning programs can not be separated from the role of family planning counselors, so the goals of family planning programs can be realized if the participation of family planning increased. One of the subdistricts that is still low in KB participation is Somagede Subdistrict, the lack of public awareness about the KB program is because the community still considers that KB is something unethical and taboo, some also consider that KB is something that is unlawful, low level of education , the young age of marriage, the principle of every child has their own fortune, there are still those who do not get permission from their husband or parents and the assumption that family planning is a woman's obligation. The research method used was descriptive qualitative. The focus of this research is on the role of PKB in increasing the number of KB participants by linking the main tasks and functions of PKB to the theory of the role of arsyad which includes entrepreneurship, coordination, facilitation and stimulation. The results of this research indicates the role of PKB in increasing the number of family planning participants in Somagede District is has not been maximized, it is seen from the absence of innovation in the role of mobilization and counseling, counseling conducted by PKB has not been maximized, lack of support from formal and informal leaders, and approaches and KIE conducted to the society have not been maximized. Whereas the role of service and development is maximal but still needs to be improved. |
| Kata kunci | peran PKB, kebijakan publik, Keluarga Berencana |
| Pembimbing 1 | Dra. Rukna Idanati, M.Kes |
| Pembimbing 2 | Dr. Anwaruddin, M.Si |
| Pembimbing 3 | Dr. Tri Yumarni, M.Si |
| Tahun | 2019 |
| Jumlah Halaman | 15 |
| Tgl. Entri | 2019-09-29 20:57:05.005247 |
|---|