| NIM | B1B015030 |
| Namamhs | ANGELIN MARHAVYNA CRISTY |
| Judul Artikel | BIOPULPING OF BAGASSE USING DIFFERENT TYPES OF WHITE ROT FUNGI AND DIFFERENT INCUBATION TIMES |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Bagasse adalah residu berserat yang tersisa setelah tebu dihancurkan untuk mengekstrak jusnya. Sebagian besar terdiri dari bahan lignoselulosa yang dapat menyediakan bahan untuk produksi kertas melalui proses biopulping. Jamur busuk putih (WRF) adalah produsen enzim ligninolitik ekstraseluler yang memiliki kemampuan untuk termineralisasi senyawa lignin. Tiga jenis jamur busuk putih yang digunakan dalam penelitian ini adalah Phanerochaete chrysosporium, Pleurotus ostreatus dan Schizophyllum commune. Masing-masing diinokulasi pada substrat ampas tebu dalam waktu 0, 15, dan 30 hari inkubasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi antara jamur busuk putih dan waktu inkubasi dalam proses biopulping dan untuk menyelidiki jamur dan waktu inkubasi yang paling tepat untuk menghasilkan bahan yang baik untuk pembuatan kertas yang diperoleh dari ampas tebu. Desain eksperimental dilakukan dengan menggunakan Completely Randomized Design (CRD) dengan pola faktorial dalam dua faktor dan dianalisis dengan menggunakan Analisis Varians (ANNOVA) kemudian diikuti oleh Uji Jarak Berganda Duncan (DMRT) pada pengaruh signifikansi yang sangat berbeda dari perawatan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa S. commune adalah jamur yang paling efektif untuk menurunkan kadar lignin yang sangat tinggi (17,38% menjadi 8,88%) pada 30 hari inkubasi, sedangkan P. chrysosporium adalah jamur paling efektif untuk menurunkan kadar selulosa dalam jumlah kecil ( 23,64% hingga 19,38%) selama 30 hari masa inkubasi. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Bagasse is fibrous residue that remains after the sugarcane is crushed to extract it’s juice. It mostly consists of lignocellulosic materials that may provide material for paper production through biopulping process. White rot fungi (WRF) is producers of extracellular ligninolytic enzymes that has the capability to mineralize lignin compounds. Three types of white rot fungi that were used in this study are Phanerochaete chrysosporium, Pleurotus ostreatus and Schizophyllum commune. Each of it was inoculated on bagasse substrate within 0, 15, and 30 days of incubation. This study was aimed to know the effect of interaction between white rot fungi and incubation time in the biopulping process and to investigate the most appropriate fungus and incubation time to produce good material for paper making obtained from sugarcane bagasse. The experimental design was done by using Completely Randomized Design (CRD) with a factorial pattern in two factors and analyzed by using Analysis of Variance (ANNOVA) then followed by Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) on highly different significance effect of the treatment. The result of this study showed that S. commune is the most effective fungi to degrade highly lignin content (17.38% to 8.88%) at 30 days of incubation, while P. chrysosporium is the most effective fungi to lowering cellulose content in small amount (23.64% to 19.38%) during 30 days of incubation. |
| Kata kunci | White-Rot Fungi (WRF), bagasse, biopulping, Phanerochaete chrysosporium, Schizophyllum commune |
| Pembimbing 1 | Drs. Aris Mumpuni, M. Phil. |
| Pembimbing 2 | Dr. Nuniek Ina Ratnaningtyas, M.S. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2019 |
| Jumlah Halaman | 10 |
| Tgl. Entri | 2019-08-29 08:26:58.712485 |
|---|