Artikel Ilmiah : B1B015002 a.n. SAFIRA DWI OKTAVIANI

Kembali Update Delete

NIMB1B015002
NamamhsSAFIRA DWI OKTAVIANI
Judul ArtikelEFFECT OF BATIK WASTEWATER RESULTED FROM BIOSORPTION PROCESS TO METABOLISM RATE ON CARP (Cyprinus carpio)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penggunaan bahan kimia pada setiap proses pembuatan batik membuat limbah cair yang di hasilkannya mengandung banyak logam berat. Pembuangan limbah batik cair tanpa proses pengolahan akan mencemari lingkungan serta membahayakan kehidupan organisme sekitarnya. Logam berat adalah salah satu zat yang terdapat pada limbah batik cair. Paparan logam berat pada ikan dapat mengganggu proses metabolisme pada ikan, dan menyebabkan kematian pada ikan. Metode biosorpsi merupakan proses penyerapan logam berat dengan menggunakan organisme mati atau inaktif. Uji sub-leththal air limbah batik yang dihasilkan dari proses biosorpsi diperlukan untuk menentukan tingkat toksisitas dalam air limbah
Penelitian terkait laju metabolisme pada ikan menjadi salah satu cara untuk mengetahui pengaruh kandungan logam pada perairan. Tujuan penelitian adalah mengetahui dampak pemaparan dan mengetahui konsentrasi limbah cair batik hasil biosorpsi yang paling berdampak terhadap laju metabolisme Ikan Mas (Cyrinus carpio), terkait dengan total konsumsi oksigen, frekuensi pergerakan operculum dan glukosa darah
Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan terdiri dari contratation air limbah batik yang dihasilkan dari proses biosorpsi masing-masing 0 ppm; 39.657 ppm; 26,438 ppm; dan 13.219 ppm. Variabel utama yang diamati adalah laju metabolisme ikan. Parameter utama yang digunakan adalah konsumsi oksigen total pada ikan, kadar glukosa darah, dan frekuensi gerakan operculum (OMF). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis varians ANOVA dengan tingkat kesalahan 5%. Hasilnya berbeda secara signifikan, kemudian dilanjutkan dengan uji Duncan dalam tingkat kesalahan yang sama. Hasil konsumsi oksigen pada ikan mas dengan paparan air limbah batik yang dihasilkan dari proses biosorpsi diperoleh pada 0ppm adalah 0,3453 ± 0,14076 mg / g / jam, pada 39,657ppm adalah 0,0734 ± 0,0204 mg / g / jam, pada 26,438ppm adalah 0,0810 ± 0,01960 mg / g / jam dan pada 13,219ppm adalah 0,2141 ± 0,1054 mg / g / jam. Hasil pergerakan operculum adalah K0 105 kali/menit, K1 172 kali/menit, K2 137 kali.menit, K3 112 kali/menit. Dan hasil gula darah sebesar K0 688 mg/dL, K1 132 mg/dL, K2 127 mg/dL, dan K3 116 mg/dL Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa air limbah batik hasil biosorpsi dapat menyebabkan penurunan konsumsi oksigen atau penurunan laju metabolisme, meningkatkan pergerakan operculum dan kadar glukosa darah pada konsentrasi 39.657ppm merupakan konsentrasi yang paling berpengaruh.
Abtrak (Bhs. Inggris)The chemicals used in every process of making batik makes the batik wastewater produced contains a lot of heavy metals. Disposal unprocess of batik wastewater was pollute the environment and endanger to surrounding organisms. Heavy metal is one of the substances found in batik wastewater. Exposure to heavy metals in fish can interfere with metabolic processes in fish, and cause death in fish. The biosorption method is the process of absorbing heavy metals using dead or inactive organisms. Sub-lethal test of batik waste water produced from the biosorption process is needed to determine the level of toxicity in wastewater
Research was related to metabolic rate in fish is one way to determine the effect of metal content on water. The purpose of this study was to determine the impact of exposure and determine the concentration of batik wastewater resulted from biosorption that most affected the metabolic rate of Carp (Cyrinus carpio), related to total oxygen consumption, frequency of operculum movement and blood glucose level.
The study was conducted experimentally using a Completely Randomized Design (CRD) with four treatments and six replications. The treatment consisted of batik wastewater concentration resulted from the biosorption process of each 0 ppm; 39,657 ppm; 26,438 ppm; and 13,219 ppm. The main variable observed was the metabolic rate of fish. The main parameters was used are total oxygen consumption in fish, blood glucose levels, and frequency of operculum movement (OMF). The data obtained were analyzed using ANOVA analysis of variance with an error rate of 5%. The results were significantly different, then continued with the Duncan test in the same error rate. The results of oxygen consumption in carp with batik waste water exposure resulting from the biosorption process obtained at 0ppm is 0.3453±0.14076 mg/g/h, at 39.657ppm is 0.0734±0.0204 mg/g/h, at 26.438 ppm was 0.0810±0.01960 mg/g/hour and at 13.219ppm was 0.2141±0.1054 mg/g/h. The results of the movement of the operculum are K0 105 times/minute, K1 172 times/minute, K2 137 times/minute, K3 112 times/minute. And the results of blood sugar of K0 68 mg/dL, K1 132 mg/dL, K2 127 mg/dL, and K3 116 mg/dL. Based on the results, it can be concluded that batik waste water from biosorption was a decrease in oxygen consumption or decrease in metabolic rate, increasing the movement of operculum and blood glucose levels at a concentration of 39.657 ppm is the most influential concentration.
Kata kunciBatik wastewater, Biosorption Carp, Operculum Movement Frequency (OMF), Oxygen consumption
Pembimbing 1Dr. Sri Lestari, S.Si., M.Si
Pembimbing 2Eko Setio Wibowo, S.Si., M.Si.
Pembimbing 3
Tahun2019
Jumlah Halaman45
Tgl. Entri2019-08-29 01:52:31.835857
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.