Artikel Ilmiah : A1H014012 a.n. NUR FAUZATUN NIKMAH

Kembali Update Delete

NIMA1H014012
NamamhsNUR FAUZATUN NIKMAH
Judul ArtikelPENGARUH SUHU PADA PEMBUATAN BIODIESEL DARI MINYAK KELAPA SAWIT MENGGUNAKAN REVERSE FLOW BIODIESEL REACTOR
Abstrak (Bhs. Indonesia)Biodiesel merupakan salah satu sumber energi alternatif yang dapat dijadikan pilihan. Minyak yang berasal dari tumbuhan dan lemak hewan serta turunannya mempunyai kemungkinan sebagai pengganti bahan bakar diesel. Biodiesel dibuat dengan mereaksikan minyak nabati dari metanol dan katalis dengan penggunaan suhu reaksi. Suhu reaksi yang semakin tinggi dapat meningkatkan jumlah rendemen biodiesel, sehingga reaksi dapat berjalan semakin cepat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh suhu reaksi 30⁰C, 45⁰C, dan 60⁰C dengan katalis 0,3% menggunakan reverse flow biodiesel reactor dan mendapatkan data kualitas biodiesel dengan variabel suhu yang baik. Percobaan pada setiap variasi suhu dilakukan sebanyak 3 kali ulangan. Variabel yang diukur dalam penelitian ini meliputi kualitas biodiesel yang dihasilkan yang terdiri dari: angka penyabunan, angka asam, gliserol total dan kadar metil ester. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan analisis deskriptif dan dibandingkan dengan penelitian yang telah ada untuk mengetahui pengaruh variasi suhu yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan angka asam biodiesel pada masing-masing variasi suhu menunjukkan peningkatan. Angka penyabunan terendah terjadi pada suhu 30⁰C yaitu 170,53 mg/ml dan tertinggi pada suhu 60⁰C yaitu 172,11 mg/ml. Gliserol total dengan variasi suhu 60⁰C memenuhi syarat SNI-04-7182-2015. Kadar metil ester pada suhu 30⁰C , 45⁰C , dan 60⁰C memenuhi syarat SNI-04-7182-2015.


Abtrak (Bhs. Inggris)Biodiesel is one alternative energy source that can be chosen. Oils derived from plants and animal fats and their derivatives have the possibility of replacing diesel fuel. Biodiesel is made by reacting vegetable oil from methanol and catalyst using the reaction temperature. The higher reaction temperature can increase the amount of biodiesel yield, so the reaction can run faster. The purpose of this study was to determine the effect of the reaction temperatures of 30⁰C, 45⁰C and 60⁰C with a 0.3% catalyst using a reverse flow biodiesel reactor and obtain biodiesel quality data with the best temperature variables. Experiments on each temperature variation were carried out three times. The variables measured in this study included the quality of the biodiesel produced which consisted of: saponification rates, acid numbers, total glycerol and methyl ester levels. Data obtained were then analyzed by descriptive analysis and compared with existing research to determine the effect of different temperature variations. The results showed an acid biodiesel number at each temperature variation showed an increase. The lowest saponification rate occurs at a temperature of 30⁰C which is 170,53 mg/ml and the highest at a temperature of 60⁰C which is 172,11 mg/ml. Total glycerol with a temperature variation of 60⁰C meets the requirements of SNI-04-7182-2015. Methyl ester levels at temperatures of 30⁰C, 45⁰C, and 60⁰C meet the requirements of SNI-04-7182-2015.
Kata kunciKata kunci: Biodiesel, suhu, angka asam, angka penyabunan, metil ester
Pembimbing 1FURQON, S.TP., M.Si
Pembimbing 2ABDUL MUKHLIS R, S.TP., M.Sc
Pembimbing 3
Tahun2019
Jumlah Halaman10
Tgl. Entri2019-08-23 16:51:22.379657
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.