Artikel Ilmiah : F1F012029 a.n. CHRISTIAN JHOSUA ADHITYA

Kembali Update Delete

NIMF1F012029
NamamhsCHRISTIAN JHOSUA ADHITYA
Judul ArtikelReimagining Sexuality in 1970's Turkey in Orhan Pamuk's The Museum of Innocence
Abstrak (Bhs. Indonesia)ABSTRAK

Adhitya , Christian Jhosua 2019. Reimagining Sexuality In 1970’s Turkey in Orhan Pamuk’s The Museum of Innocence. Skripsi. Pembimbing 1: Muh. Taufiqurrohman, S.S., M.Hum., Pembimbing 2: Aidatul Chusna, S.S., M.A., Penguji: Rizki Februansyah, S.S., M.A. Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Universitas Jenderal Soedirman, Fakultas Ilmu Budaya, Jurusan Bahasa Inggris, Program Studi Sastra Inggris, Purwokerto.,


Penelitian ini berjudul “Reimagining Sexuality In 1970’s Turkey in Orhan Pamuk’s The Museum of Innocence”, mempunyai tujuan menganalisa seksualiltas yang terjadi di tahun 1970an di Turki. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk menganalisa data. Data utama penelitian ini diambil dari novel The Museum of Innocence. Data dianalisa dengan mengguakan teori Sejarah Baru dan teori Sejarah Seksualitas dari Foucault. Ada beberapa tahap yang dibutuhkan untuk menjawab rumusan masalah. Tahap pertama adalah mengumpulkan data dari novel, buku, jurnal, artikel mengenai seksualitas serta sumber-sumber pendukung lainnya. Tahap kedua adalah mengklasifikasi data berdasarkan rumusan masalah dan menganalisanya. Tahap terakhir adalah menyimpulkan hasil. Dalam hasil, terdapat tiga poin yang didiskusikan, seksualitas tradisional, modernisasi dan westernisasi, dan wanita dan Turki. Dalam seksualitas tradisional, menunjukan bahwa konservatisme seksualitas ditujukan untuk wanita Turki dan itu mengikat mereka dalam system patriarki. Wanita secara seksual ditekan dan dipaksa untuk menanggung konsekuensi yang mematikan untuk kesalahan mereka. Sementara, pria menikmati kehidupan seksual mereka dengan bebas bahkan ketika mereka melakukan kesalahan itu tidak akan membuat mereka rugi. Modernisasi dan westernisasi dibawa oleh Kemal Ataturk melalui sekulerisme sebagai ideology untuk mereformasi Republik Turki. Kebijakan-kebijakan yang mendukung pemuda-pemudi Turki untuk merasakan gaya hidup pembaratan dan hubungan seksual. Wanita dan Turki difokuskan dalam peran, fungsi dan identitas mereka sebagai wanita yang hidup di Turki yang mana mereka terikat pada budaya dan tradisi Turki.
Abtrak (Bhs. Inggris)ABSTRACT

Adhitya , Christian Jhosua 2019. Reimagining Sexuality In 1970’s Turkey in Orhan Pamuk’s The Museum of Innocence. Thesis. Supervisor 1: Muh. Taufiqurrohman, S.S., M.Hum., Supervisor 2: Aidatul Chusna, S.S., M.A., Examiner: Rizki Februansyah, S.S., M.A. Ministry of Research, Technology and Higher Education, Jenderal Soedirman University, Humanities Faculty, English Department, English Study Program, Purwokerto.,



This research entitled “Reimagining Sexuality In 1970’s Turkey in Orhan Pamuk’s The Museum of Innocence”, is aimed at analyzing sexuality that occurred in 1970’s Turkey. This research used qualitative method in analyzing the data. The main data of this research were taken from The Museum of Innocence novel. The data were analyzed using New Historicism theory and Foucault’s History of Sexuality theory. There were several steps needed to be done in order to answer the research question. The first step was collecting data from the novel, books, journal, article about sexuality, and other supporting sources. The second step was classifying the data based on research questions and analyzing them. The last step was concluding the findings. In the result, there are three points that are discussed, traditional sexuality, modernization and westernization and women and Turkey. In traditional sexuality, it showed that sexuality conservatism was meant for Turkish women and bound them under patriarchal system. Women were sexually oppressed and forced to face lethal consequence for their mistake. Meanwhile, men were enjoying their sexual life freely even if they did mistake it would not disadvantage them. Modernization and westernization were brought by Kemal Ataturk through secularism as the ideology to reform Republic of Turkey. The policies were supported Turkish youngsters to experienced westernization lifestyle and sexual intercourse. Women and Turkey were focused on the role, function and identity as women who live in Turkey as well bound to the culture and tradition.
Kata kunciKata kunci : Seksualitas, Turki, New Historicism.
Pembimbing 1Muhammad Taufiqurrohman, S.S., M.Hum
Pembimbing 2Aidatul Chusna, S.S., M.A
Pembimbing 3Rizki Februansyah, S.S., M.A
Tahun2019
Jumlah Halaman86
Tgl. Entri2019-08-23 15:26:18.784123
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.