Artikel Ilmiah : A1C012060 a.n. FAKHRI FAKHRIZAL

Kembali Update Delete

NIMA1C012060
NamamhsFAKHRI FAKHRIZAL
Judul ArtikelKAJIAN FINANSIAL USAHATANI PEMBIBITAN DURIAN DI DESA ALASMALANG KECAMATAN KEMRANJEN KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)Prospek pengembangan budidaya buah durian secara intensif dalam skala
agribisnis cukup cerah. Desa Alasmalang termasuk salah satu desa di Kecamatan
Kemranjen Kabupaten Banyumas yang dikenal sebagai sentra pengembangan
buah durian dan bibit durian. Fakta dilapangan menunjukan, perhitungan biaya
dan pendapatan usahatani pembibitan durian jarang dilakukan oleh petani, maka
penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya biaya, penerimaan dan
pendapatan usahatani pembibitan durian, serta menganalisis kelayakan
finansial.Pengambilan data pada 21 Juni sampai 11 Juli 2019. Sasaran penelitian
ini adalah petani penangkar tanaman durian yang sedang melakukan usahatani
pada musim tanam Januari sampai Juni 2019, dengan jumlah responden 38 orang.
Metode penelitian yang digunakan adalah survey, sedangkan metode penentuan
responden dengan cara pengambilan acak sederhana (Simple Random Sampling).
Metode analisis yang digunakan adalah analisis biaya, penerimaan, pendapatan,
Revenue Cost Ratio (R/C) dan Break Even Point (BEP). Hasil analisis
menunjukan bahwa rata-rata biaya usahatani pembibitan durian per 0,17 hektar
pada musim tanam Januari sampai Juni 2019 sebesar Rp 29.923.065,30 , rata-rata
penerimaan yang diperoleh sebesar Rp 46.875.888,16 per 0,17 hektar, sehingga
pendapatan yang diterima petani sebesar Rp 16.952.822,86 per 0,17 hektar.
Revenue Cost Ratio (R/C) sebesar 1,57 yang berarti petani akan memperoleh
penerimaan sebesar Rp 1,57 dari setiap Rp 1,- biaya yang dikeluarkan. Nilai BEP
usahatani pembibitan durian di Desa Alasmalang musim tanam Januari sampai
Juni 2019 tercapai pada saat penerimaan sebesar Rp 3.843.785,- dengan nilai
volume produksi sebanyak 357 unit pohon tanaman bibit.
Abtrak (Bhs. Inggris)The prospect of developing durian fruit cultivation intensively on the
agribusiness scale is quite bright. Alasmalang Village is one of the villages in
Kemranjen Subdistrict, Banyumas Regency, which is known as the center for
developing durian and durian seedlings. The facts in the field show, the
calculation of costs and income of durian nursery farming is rarely done by
farmers, so this study aims to determine the cost, receipt and income of durian
nursery farming, and analyze financial feasibility. Retrieval of data from June
21st to July 11th, 2019. The target of this study was the breeders of durian plants
who were carrying out farming activities in the planting season from January to
June 2019, with 38 respondents. The research method used is a survey, while the
method of determining respondents by means of simplerandom sampling. The
analytical methods used are cost analysis, revenue, income, Revenue Cost Ratio
(R/C) and Break Even Point (BEP). The results of the analysis show that the
average cost of durian nursery farming per 0.17 hectare in the planting season
from January to June 2019 was Rp. 29,923,065.30, the average income earned
was Rp. 46,875,888.16 per 0.17 hectare, so the income received by farmers was
Rp. 16,952,822.86 per 0.17 hectare. Revenue Cost Ratio (R/C) is 1.57, which
means that farmers will receive revenues of Rp 1.57 from every Rp 1, - costs
incurred. The BEP value of durian nursery farming in Alasmalang Village, the
planting season from January to June 2019 was reached at the time of receipt of
Rp 3,843,785, - with a production volume value of 357 units of tree seedlings.
Kata kuncifinansial, usahatani, pembibitan, durian.
Pembimbing 1Dr. Ir. Teguh Djuharyanto, M.P.
Pembimbing 2Ir. Sri Widarni, M.Si.
Pembimbing 3
Tahun2019
Jumlah Halaman15
Tgl. Entri2019-08-22 08:34:11.9931
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.