Artikel Ilmiah : A1D015056 a.n. LITA RISANITA
| NIM | A1D015056 |
|---|---|
| Namamhs | LITA RISANITA |
| Judul Artikel | UJI APLIKASI METABOLIT SEKUNDER EMPAT ISOLAT JAMUR ENTOMOPATOGEN PADA PENYAKIT BUSUK KERING RIMPANG JAHE PASCAPANEN |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui metabolit sekunder jamur entomopatogen terbaik dalam mengendalikan pertumbuhan Fusarium oxysporum f.sp. zingiberi secara in vitro, (2) mengetahui pengaruh aplikasi metabolit sekunder jamur entomopatogen terhadap penyakit busuk kering rimpang jahe pascapanen dan (3) mengetahui pengaruh aplikasi metabolit sekunder jamur entomopatogen terhadap kualitas minyak atsiri jahe. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman dan Laboratorium Teknologi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman pada bulan Desember 2018 sampai dengan Juni 2019. Tahap in vitro menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan lima perlakuan dan lima ulangan. Perlakuan yang dicoba yaitu kontrol, metabolit sekunder Metharizium anisopliae, Beauveria bassiana isolat Jember dan Papua, dan Lecanicillium lecanii. Tahap in vivo menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan sembilan perlakuan dan lima ulangan. Perlakuan yang dicoba yaitu hasil terbaik dari uji secara in vitro, terbagi menjadi kontrol, aplikasi metabolit sekunder sebelum dan sesudah inokulasi F. oxysporum f.sp. zingiberi pada varietas jahe gajah, emprit, dan merah.Variabel yang diamati adalah daya hambat, gejala, masa inkubasi, luas serangan, selisih bobot, indeks sampah, dan kandungan ekstraksi jahe yang di uji organoleptik. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa penghambatan terbaik terhadap F. oxysporum f.sp. zingiberi adalah metabolit sekunder B. bassiana isolat Papua sebesar 64,99%. Perlakuan pemberian metabolit sekunder B. bassiana isolat Papua sebelum inokulasi F. oxysporum f. sp. zingiberi pada jahe gajah mampu menekan masa inkubasi sebesar 23,45%, luas serangan sebesar 27,8%, indeks sampah sebesar 67,77%, akan tetapi belum mampu menekan masa inkubasi, luas serangan, indeks sampah pada jahe emprit dan merah. Perlakuan pemberian metabolit sekunder B. bassiana isolat Papua sesudah inokulasi F. oxysporum f. sp. zingiberi pada jahe gajah mampu menekan luas serangan sebesar 24,7% serta indeks sampah sebesar 53,3%, akan tetapi belum mampu menekan masa inkubasi, luas serangan, indeks sampah pada jahe emprit dan merah serta sesilsih bobot basah pada jahe gajah, emprit dan merah serta mampu meningkatkan minyak atsiri pada jahe. Kata Kunci: Jahe, metabolit sekunder, jamur entomopatogen, F. oxysporum f. sp. zingiberi. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Fusarium oxysporum f. sp. zingiberi is a ginger rhizome dry rot pathogen. One of the patogen alternavative control is the use of secondary metabolites from entomopathogenic fungi. This research aimed to determine the best entomopathogenic fungi secondary metabolites in controlling the pathogen growth in vitro, the effect of the secondary metabolites application on the disease, and on the essential oil quality of postharvest ginger. This research was conducted at the Laboratory of Plant Protection and Laboratory of Agriculture Technology, Faculty of Agriculture, University of Genderal Soedirman in December 2018 to June 2019. Completely randomized design was used in in vitro test with five replicates and five treatments consisted of control and secondary metabolites from Metarhizium anisopliae, Beauveria bassiana isolates Jember and Papua, and Lecanicillium lecanii. Randomized block design was used in in vivo test with five replicates and nine treatments consisted of control, time application of the secondary metabolites applied before and after inoculation of the patogen on three ginger varieties i.e. big white , small white , and red ginger. Variables observed were inhibition ability, symptoms, incubation period, attack area, weight difference, waste index, and essential oil. Results of the research indicated that the best inhibition of the pathogen was secondary metabolites of B. bassiana Papua isolate as 64.99%. Application of the secondary metabolites of B. bassiana Papua isolate before inoculation of the pathogen on big white ginger could suppress the incubation period, attack area, and waste index as 23.45, 27.8, and 67.77%, respectively, but the secondary metabolites were not able to suppress the variable observed on the other ginger varieties. The secondary metabolites application after inoculation of the pathogen on big white ginger could decrease the attack area and waste index as 24,7 and 53.3%, respectively, but not for other variable and ginger varieties. Keywords: ginger, secondary metabolites, entomopathogenic fungi, F. oxysporum f. sp. zingiberi. |
| Kata kunci | Kata Kunci: Jahe, metabolit sekunder, jamur entomopatogen, F. oxysporum f. sp. zingiberi. |
| Pembimbing 1 | Prof. Ir. Loekas Soesanto, M.S., Ph.D. |
| Pembimbing 2 | Woro Sri Suharti, S.P., M.P., Ph.D. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2019 |
| Jumlah Halaman | 15 |
| Tgl. Entri | 2019-08-21 17:41:10.884603 |