| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengkaji pengaruh pemberian EC yang berbeda terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kailan secara hidroponik rakit apung, (2) mengkaji varietas kailan yang memberikan pertumbuhan dan hasil terbaik secara hidroponik rakit apung dan (3) mengkaji interaksi antara tingkat EC yang berbeda pada tiga varietas kailan secara hidroponik rakit apung. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2018 sampai bulan Februari 2019 di Screenhouse Pondok Pesantren Darul Qur’an Al-Karim, Desa Karangtengah, Purwokerto dan Laboratorium Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian UNSOED, Purwokerto. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design) yang tersusun secara faktorial menggunakan dua faktor percobaan, yakni nilai EC sebagai petak utama dan varietas kailan sebagai anak petak. Nilai EC terdiri dari tiga taraf perlakuan, yaitu EC 2,5 mS/cm, 3,5 mS/cm, dan 4,5 mS/cm, sedangkan taraf perlakuan pada anak petak terdiri dari tiga varietas, yaitu winsa, full white, dan new veg-gin. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, panjang akar, volume akar, kandungan klorofil, bobot tanaman segar, bobot tanaman kering, bobot akar segar, bobot akar kering, bobot tajuk segar dan bobot tajuk kering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Pemberian taraf EC 3,5 mS/cm memberikan hasil terbaik pada beberapa variabel pertumbuhan tanaman kailan, tetapi tidak berbeda nyata dengan EC 4,5 mS/cm, (2) Varietas new veg-gin merupakan varietas terbaik pada variabel tinggi tanaman luas daun, dan bobot tanaman segar, tetapi tidak berbeda dengan varietas full white pada variabel bobot tajuk segar, (3)Terdapat interaksi antara nilai EC dengan varietas Kailan terhadap bobot tanaman kering dan bobot tajuk kering. Nilai EC 3,5 mS/cm dan varietas new veg-gin merupakan kombinasi terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil Kailan.Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengkaji pengaruh pemberian EC yang berbeda terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kailan secara hidroponik rakit apung, (2) mengkaji varietas kailan yang memberikan pertumbuhan dan hasil terbaik secara hidroponik rakit apung dan (3) mengkaji interaksi antara tingkat EC yang berbeda pada tiga varietas kailan secara hidroponik rakit apung. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2018 sampai bulan Februari 2019 di Screenhouse Pondok Pesantren Darul Qur’an Al-Karim, Desa Karangtengah, Purwokerto dan Laboratorium Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian UNSOED, Purwokerto. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design) yang tersusun secara faktorial menggunakan dua faktor percobaan, yakni nilai EC sebagai petak utama dan varietas kailan sebagai anak petak. Nilai EC terdiri dari tiga taraf perlakuan, yaitu EC 2,5 mS/cm, 3,5 mS/cm, dan 4,5 mS/cm, sedangkan taraf perlakuan pada anak petak terdiri dari tiga varietas, yaitu winsa, full white, dan new veg-gin. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, panjang akar, volume akar, kandungan klorofil, bobot tanaman segar, bobot tanaman kering, bobot akar segar, bobot akar kering, bobot tajuk segar dan bobot tajuk kering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Pemberian taraf EC 3,5 mS/cm memberikan hasil terbaik pada beberapa variabel pertumbuhan tanaman kailan, tetapi tidak berbeda nyata dengan EC 4,5 mS/cm, (2) Varietas new veg-gin merupakan varietas terbaik pada variabel tinggi tanaman luas daun, dan bobot tanaman segar, tetapi tidak berbeda dengan varietas full white pada variabel bobot tajuk segar, (3)Terdapat interaksi antara nilai EC dengan varietas Kailan terhadap bobot tanaman kering dan bobot tajuk kering. Nilai EC 3,5 mS/cm dan varietas new veg-gin merupakan kombinasi terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil Kailan. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | This research aimed to (1) examine the effect of various EC (Electrical Conductivity) value towards growth and yield of Kailan plants in floating hydroponics system, (2) examine Kailan varieties that provide the best growth and yield in floating hydroponics system and (3) examine the interaction between different EC (Electrical conductivity) levels and Kailan varieties in floating hydroponics system. The research was conducted on December 2018 until February 2019 at the screenhouse of Darul Qur’an Al-Karim Islamic Boarding School, Karangtengah, Purwokerto and at the Agronomy and Horticulture Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. This research used a split-plot design factorial using two experimental factors, namely the EC value as the first factor (main plot) and Kailan varieties as the second factor (subplots). EC value consisted of three levels of treatment, namely EC 2,5 mS/cm, 3,5 mS/cm, and 4,5 mS/cm, while the subplots consisted of three varieties namely winsa, full white, and new veg-gin. The variables observed in this study were plant height, leaf number, leaf area, root length, root volume, chlorophyll content, fresh plant weight, dry plant weight, fresh root weight, dry root weight, fresh canopy weight, and dry canopy weight. The results showed that (1) EC 3,5 mS/cm gave the best results on Kailan’s growth and yield, but there was no difference with EC 4,5 mS/cm (2) New veg-gin gave the best response on plant height, leaf area, and fresh plant weight, , but there was no difference with full white varieties on fresh canopy weight (3) There was an interaction between EC value and varieties of Kailan on dry plant weight and dry canopy weight. EC 3,5 mS/cm and new veg-gin are the best combinations on Kailan’s growth and yield. |