| NIM | F1C015023 |
| Namamhs | UFAIROH DWI MARSYA |
| Judul Artikel | Identity Playing oleh Remaja Pelaku Role Player di Twitter |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Fenomena cairnya identitas ini merupakan fenomena yang dapat ditemui dalam dunia virtual. Dalam dunia virtual, siapapun dapat menjadi siapa saja karena dalam dunia virtual dapat berbuat apa saja dengan bebas tanpa adanya batasan dan aturan. Salah satu contoh cairnya identitas adalah permainan dalam Twitter yaitu role player. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana representasi remaja pengguna akun role player dan motivasinya dalam bermain playing identity dan role player dalam Twitter. Sasaran penelitian adalah remaja pemilik akun role player. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Hiperrealitas. Penelitian ini menggunakan model penelitian etnografi virtual dengan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini sebanyak tiga orang dengan menggunakan teknik purposive sampling. Metode analisis data dari Miles dan Huberman, serta validitas data menggunakan triangulasi metode. Hasil penelitian ini yaitu: informan penelitian mengetahui bahwa role player merupakan salah satu contoh dari cairnya identitas dalam dunia virtual. Para informan merasa menjadi dirinya sendiri walaupun menggunakan identitas orang lain dalam role player. Role player dijadikan tempat pelarian disaat mereka jenuh dengan dunia nyata dan mereka menjadi nyaman dengan identitas palsu tersebut. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | The phenomenom identity fluidity can we find on virtual world. On virtual world, everybody can be anybody and they can do everything that they want. The example to identity fluidity on Twitter are role player. This study aims to find out how adolescent representation that haved role player account and their motivation to play with that on Twitter. The target on this study was adolescent who had role player account. The theory used in this study is Hyper reality Theory. This study uses virtual etnography with qualitative methods. The technique of collecting data uses in-depth interviews, observation, and documentation. The informants in this study were three people using purposive sampling. Data analysis methods from Miles and Huberman, as well as data validity using method triangulation. The result of this study are: the informants aware that role player were one example of identity fluidity on virtual world. They feel that they would be themself on virtual world although they are using others identity. They are using role player account for run from reality, from their real life and they feel comfortable with that fake identity. |
| Kata kunci | Cairnya identitas, Role player, Playing identity. |
| Pembimbing 1 | Dr. S. Bekti Istiyanto, M.Si. |
| Pembimbing 2 | Dr. Mite Setiansah, M.Si. |
| Pembimbing 3 | Petrus Imam Prawoto Jati, S.sos., M.I.Kom. |
| Tahun | 2019 |
| Jumlah Halaman | 18 |
| Tgl. Entri | 2019-08-21 07:19:24.000085 |
|---|