| NIM | F1B015046 |
| Namamhs | SIGIT DWI PRASETYO |
| Judul Artikel | INOVASI DESA DENGAN PENGEMBANGAN AGROWISATA BULAK BAROKAH DALAM PENINGKATAN PENDAPATAN ASLI DESA DI DESA LANGGONGSARI KECAMATAN CILONGOK KABUPATEN BANYUMAS |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Pemanfaatan Dana Desa di sebagian desa masih difokuskan di satu sektor, yaitu pembangunan infrastruktur. Untuk itu, pemerintah mengeluarkan Program Inovasi Desa dengan tujuan optimalisasi penggunaan Dana Desa. Salah satu inovasi desa yang menarik adalah di Desa Langgongsari dengan memanfaatkan 75% sampai 90% Dana Desa yang diterima guna membangun Agrowisata Bulak Barokah, untuk menumbukan ekonomi di desa serta sebagai upaya dalam menciptakan sumber pendapatan bagi desa. Namun, kurangnya kesiapan lembaga dan partisipasi masyarakat menjadi hambatan dalam pengelolaan agrowisata, sehingga belum berkontribusi terhadap pendapatan desa. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Fokus penelitian yaitu pada proses inovasi dengan menggunakan teori kerangka kerja inovasi dari Hughes, Moore, dan Kataria yang meliputi empat aspek, yaitu aktivitas inovasi, kemampuan organisasi dalam berinovasi, dampak inovasi, kondisi sektor yang lebih luas untuk berinovasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa inovasi masih terhambat oleh partisipasi masyarakat dalam program yang kurang dalam pelaksanaan kegiatan inovasi. Kapasitas BUMDes belum begitu baik, karena dari manajemen, pengambilan keputusan serta pembinaan dan pengawasan dalam organisasi yang belum baik. Pendapatan Asli Desa belum meningkat, akan tetapi warga telah menerima manfaat ekonomi berupa terbukanya lapangan pekerjaan. Sistem di mana inovasi bekerja belum mampu mendukung dalam pelaksanaan inovasi, karena dari insentif yang belum memadai, otonomi pengelolaan agrowisata yang belum terlaksana, pengaruh top leader yang terlalu besar, serta pemberdayaan masyarakat yang kurang.
|
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Utilization of Village Funds in some villages is still focused on one sector, namely infrastructure development. To that end, the government issues a Village Innovation Program with the aim of optimizing the use of the Village Fund. One interesting village innovation is in Langgongsari Village by utilizing 75% to 90% of the Village Fund received to build the Bulak Barokah Agro Tourism, to foster the economy in the village and as an effort in creating a source of income for the village. However, the lack of institutional readiness and community participation is an obstacle in managing agrotourism, so it has not contributed to village income. The research method used is descriptive qualitative. The focus of the research is on the innovation process by using the innovation framework theory from Hughes, Moore, and Kataria which includes four aspects, namely innovation activities, the ability of organizations to innovate, the impact of innovation, wider sector conditions for innovation. The results showed that innovation was still hampered by community participation in the program which was lacking in implementing innovation activities. BUMDes capacity is not so good, because of management, decision making and guidance and supervision in organizations that have not been good. Village Original Income has not increased, but residents have received economic benefits in the form of employment opportunities. The system in which innovation works has not been able to support the implementation of innovation, because of inadequate incentives, the autonomy of agro-tourism management that has not been implemented, the influence of top leaders is too large, and community empowerment is lacking.
|
| Kata kunci | Inovasi, Inovasi Desa, Pengembangan Agrowisata Bulak Barokah |
| Pembimbing 1 | Dr. Slamet Rosyadi, M.Si |
| Pembimbing 2 | Drs. Bahtaruddin, M.Si |
| Pembimbing 3 | Drs. Darmanto Sahat Satyawan, M.Kes, M.Si |
| Tahun | 2019 |
| Jumlah Halaman | 16 |
| Tgl. Entri | 2019-08-20 15:07:11.183309 |
|---|