Artikel Ilmiah : F1C012033 a.n. RUDI

Kembali Update Delete

NIMF1C012033
NamamhsRUDI
Judul ArtikelAnalisis Framing Pemberitaan Isu Kebocoran Anggaran APBN dalam Media Online (Studi Kasus Isu Kebocoran Anggaran APBN pada Tempo.co dan Mediaindonesia.com periode Februari 2019)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Perkembangan teknologi saat ini telah semakin berkembang. Kebutuhan akan informasi atau berita semakin banyak. Hal ini tentu menjadikan semakin signifikan peran media dalam memberikan informasi. semakin signifikan peran media kemudian dimanfaatkan beberapa pemilik kekuasaan dalam mencapai tujuan mereka baik itu menojolkan suatu kelompok atau menghilangkan peran suatu kelompok. Framing sebagai salah satu strategi yang sering digunakan media dalam memberitakan isu untuk mencapai tujuan atau kepentingan media. Media online adalah salah satu media yang saat ini menjadi referensi masyarakat dalam mendapatkan informasi. Awal Februari muncul isu adanya kebocoran anggaran APBN yang mencapai 25% atau 500 triliun rupiah. Isu ini muncul berawal dari pidato Prabowo Subianto dalam acara ulang tahun Federasi Serikat Buruh Metal Indonesia di Sport Mall Jakarta, Rabu 06 Februari 2019. Hal ini tentu saja menarik perhatian masyarakat mengingat APBN merupakan satuan anggaran yang menentukan seluruh wilayah indonesia. Tempo.co dan Mediaindonesia.com menjadi salah satu media yang gencar memberitakan isu tersebut. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui serta menjelaskan framing pemberitaan isu kebocoran anggaran APBN di media online Tempo.co dan Media Indonesia periode Februari 2019. Jenis penelitian ini deskriptif kualitatif, dengan menggunakan analisis framing model Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tempo.co terlihat lebih bersikap netral dan objektif sedangkan Mediaindonesia.com lebih memihak pemerintah. Cara mengonstruksi berita dari Tempo adalah mengkonstruksikan bahwa memang benar terjadi kebocoran anggaran namun besarnya tidak mencapai 25%, sedangkan Mediaindonesia memaparkan opini bahwa klaim Prabowo tentang kebocoran anggaran mencapai 25% adalah mengada-ada dan berlebihan.

Abtrak (Bhs. Inggris)Recently, technology keeps evolving, including more demand of information and news. This phenomenon causes the shift of media role to share information as it becomes more necessary and used by authority to reach their goal by showing some group or removing some group role. Framing, as a common strategy media usually use to expose some issues to pursue their goals. Online media is an influential media to gain information in today’s society. In the beginning of February, the issue of leaked APBN in the amount of 25% or 500 trillion rupiah emerged. It was all started with Prabowo Subianto’s speech at Federasi Serikat Buruh Metal Indonesia anniversary at Sport Jakarta Mall on Wednesday February 6th 2019. The issue certainly attracted Indonesians because APBN is a national budget that allocated for all of Indonesian provinces. Tempo.co and Mediaindonesia.com became media that rapidly spread this issue.The purpose of this study is to understand and explain how Tempo.co and Mediaindonesia.com framed the issue of leaked APBN on February 2019. This study use descriptive qualitative method with Zhongdang Pan and Gerald M. Kosicki framing models for analyzing the news. The result of this study shows that Tempo.co tried to be neutral and objective while Mediaindonesia.com was in government side. Tempo constructed the information to show there is leaked budget but it didn’t reach 25%. Meanwhile, Mediaindonesia tried to explain their opinions that Prabowo’s speech about leaked budget reach 25% is an exaggerate.

Kata kuncikonstruksi media, kebocoran anggaran APBN, analisis framing.
Pembimbing 1Dr. Mite Setiansah, M.Si
Pembimbing 2Dr. Wiwik Novianti, S.Sos, M.Ikom
Pembimbing 3Dra. Hj. Sri Pangestuti, M.Si
Tahun2019
Jumlah Halaman18
Tgl. Entri2019-08-20 13:15:41.757041
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.