Artikel Ilmiah : F1C015003 a.n. NUR FADILLAH FURQAANI

Kembali Update Delete

NIMF1C015003
NamamhsNUR FADILLAH FURQAANI
Judul ArtikelKonstruksi Makna Masyarakat terhadap Tradisi Ruwahan Kampung Pulo
Abstrak (Bhs. Indonesia)Kampung Pulo merupakan sebuah Kampung Adat yang memiliki tradisi berupa larangan dan ritual. Salah satu tradisi adat yang masih dilaksanakan adalah ritual Ruwahan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan etnografi komunikasi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori konstruksi sosial. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Masyarakat Adat Kampung Pulo telah melalui proses dialektika seperti yang dijelaskan dalam teori konstruksi sosial yaitu tahap eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi. Salah satu tradisi adat yang mereka laksanakan adalah ritual Ruwahan. Ritual Ruwahan dilaksanakan setiap tanggal 14 Ruwah untuk menyambut bulan Ramadhan. Ritual Ruwahan termasuk dalam tipe peristiwa berupa salam pembuka dan petuah. Tujuan dan fungsinya adalah untuk memohon kepada Allah SWT agar diampuni dosa-dosanya dan diberikan kelancaran dalam melaksanakan ibadah puasa. Partisipan dalam ritual ini adalah seluruh Masyarakat Adat Kampung Pulo. Bentuk pesan ada yang berupa verbal maupun nonverbal. Isi pesan disampaikan ketika ritual akan dimulai dan ketika berdo’a. Dalam pelaksanaan ritual Ruwahan terdapat norma-norma interpretasi berupa nilai religius, kesopanan, kekeluargaan, dll. Tindak komunkatif dalam ritual ini adalah memanjatkan do’a kepada Allah SWT untuk memohon ampunan, dan mendapatkan keselamatan.

Kata Kunci: Eksternalisasi, Objektivasi, Internalisasi, Etnografi Komunikasi
Abtrak (Bhs. Inggris)Kampung Pulo is an Indigenous Village that has traditions in the form of prohibitions and rituals. One of the traditional traditions that still being carried out is the Ruwahan. This research is a qualitative research that use ethnography communication approach. This research use social construction theory and etnography communication theory. The data selection using interviews, observation, and documentation. The technique of selecting informants using purposive sampling technique. The results of this study indicate that the Indigenous Peoples of Kampung Pulo have gone through a dialectical process as described in social construction theory, namely the stages of externalization, objectivation, and internalization. One of the traditional traditions that they carry out is the Ruwahan. Ruwahan is held every 14th of Ruwah to welcome the month of Ramadhan. Ruwahan is included in the type of event in the form of opening greetings and advice. The purpose and function is to beg Allah SWT to be forgiven of his sins and given fluency in performing fasting. Participants in this ritual are all the Indigenous Peoples of Kampung Pulo. The form of the message is verbal and nonverbal. The contents of the message are conveyed when the ritual will begin and when pray. In carrying out the Ruwahan there are norms of interpretation in the form of religious values, politeness, kinship, etc. Communative acts in this ritual are to pray to Allah SWT to ask forgiveness, and get salvation.

Keywords: Externalization, Objectivation, Internalization, Ethnography Communication
Kata kunciEksternalisasi, Objektivasi, Internalisasi, Etnografi Komunikasi
Pembimbing 1Dr. Toto Sugito, M.Si
Pembimbing 2Drs. Chusmeru, M.Si
Pembimbing 3Dr. Wiwik Novianti, M.I.Kom
Tahun2019
Jumlah Halaman17
Tgl. Entri2019-08-20 11:51:26.154742
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.