| NIM | F1F015025 |
| Namamhs | HAMMAM MUJADID |
| Judul Artikel | Konsepsi Peran Nasional Iran Dalam Membantu Rezim Bashar Al Assad Di Perang Sipil Suriah Tahun 2011-2018 |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Tulisan ini bertujuan untuk menganalisa penyebab Iran membantu Rezim Bashar Al Assad di perang sipil Suriah. Tulisan ini ditulis menggunakan sudut pandang konsepsi peran nasional dan intervention by invitation. Konsepsi peran nasional yang muncul pada Iran dalam perang sipil Suriah adalah benteng pembebasan revolusioner, pembela kebenaran, dan pemimpin kawasan. Dari sumber ketiga konsepsi peran nasional di atas, sumber ideologi (Syiah) sangat penting dalam pembuatan kebijakan luar negeri Iran sejak tahun 1979 paska Revolusi Islam Iran. Iran berusaha mengekspor paham Revolusinya Islamnya kepada negara-negara lain, maka dari itu Iran membantu Rezim Bashar di perang sipil Suriah guna memperluas pengaruh ideology Syiahnya. Secara hukum internasional tindakan intervention by invitation Iran dapat dibenarkan karena merupakan undangan resmi dari pemerintah Suriah. Akan tetapi seharusnya Iran menghormati aturan-aturan hukum kemanusiaan bukan justru ikut terlibat dalam pelanggaran rezim (terutama pelanggaran R2P). |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | This paper aims to analyze the reason behind Iran supporting Bashar Al Assad’s Regime in Syrian civil war. This paper is formed with national role conception and intervention by invitation. There are three kind of national role conception that appear in Iran’s foreign policy: bastion of liberation-revolution, defender of the faith, and regional leader. From the source of three national role conception above, source of ideology (Shia) is quite important for Iran’s foreign policy since 1979 after Islamic Revolution of Iran. Iran decided to export their Islamic Revolution to another nations around the world, therefore since 2011 Iran supporting Bashar Al Assad’s Regime in Syrian civil war for expanding their Shia’s ideology. Intervention by invitation’s Iran in Syrian civil war is not breaks the international law, by reason of official invitation from the government of Syria. However, Iran as an invited party should respect the principles of humanitarian law, and not involved in the violation. In fact, Iran same as the Bashar’s Regime that breaking the rule of international law (especially R2P). |
| Kata kunci | Suriah, Iran, Konsepsi Peran Nasional, Perang Sipil Suriah, Intervention by Invitation |
| Pembimbing 1 | Muhammad Yamin, S. IP., M. Si. |
| Pembimbing 2 | Nuriyeni Kartika Bintarsari, S. IP., M. A. |
| Pembimbing 3 | Dr. Agus Haryanto, S. IP., M. Si. |
| Tahun | 2019 |
| Jumlah Halaman | 19 |
| Tgl. Entri | 2019-08-16 15:24:15.596932 |
|---|