Artikel Ilmiah : D1B016007 a.n. BAHRUL ARIF

Kembali Update Delete

NIMD1B016007
NamamhsBAHRUL ARIF
Judul ArtikelFAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN USAHA SAPI PERAH
DI KABUPATEN BANJARNEGARA
Abstrak (Bhs. Indonesia)Beternak sapi perah perlu iklim yang sesuai dan pakan yang berkualitas untuk menghasilkan produktivitas yang tinggi dan pendapatan yang tinggi. Penelitian bertujuan: 1). MengEtahui pendapatan usaha sapi perah di dataran tinggi dan di daratan rendah di Kabapaten Banjarnegara ; 2). Menganalisis pegaruh jumlah kepemilikan ternak, lama beternak, biaya pakan dan ketinggian tempat terhadap pendapatan usaha sapi perah di Kabupaten Banjarnegara. Penelitian dilaksanakan menggunakan metode survei. Pengambilan sampel wilayah dilakukan dengan metode purposive sampling yaitu Kecamatan Wanadadi mewakili daerah dataran rendah dan Kecamatan Wanayasa mewakili daerah dataran tinggi. Pengambilan sampel responden dilakukan secara sensus yaitu 45 peternak dari Kecamatan Wanayasa dan 8 peternak dari Kecamatan Wanadadi, sehingga jumlah responden sebanyak 53 peternak. Pendapatan di analisis dengan cash flow, sedangkan pengaruh jumlah kepemilikan ternak, lama beternak, biaya pakan, dan ketinggian tempat terhadap pendapatan di analisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitianmenunjukkan rata-rata pendapatan di dataran tinggi sebesar Rp 4.272.955 dan rata-rata pendapatan di dataran rendah sebesar Rp 16.355.000. Pendapatan usaha ternak sapi perah di Kabupaten Banjarnegara dipengaruhi oleh biaya pakan, lama beternak, dan ketinggian tempat. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa pendapatan usaha sapi perah di Kabupaten Banjarnegara dapat di tingkatkan dengan menambah pemberian konsentrat yang berkualitas dan memperbaiki manajemen pemeliharan dengan perkandangan koloni khususnya pada usaha ternak sapi perah yang berada di dataran tinggi
Abtrak (Bhs. Inggris)Dairy cows need suitable climate and quality feed to produce high productivity and high income. The study aimed to: 1). determine the income of dairy cattle business in the highlands and in the lowlands in Banjarnegara Regency,2). analyze the effect of the number of livestock ownership, breeding time, feed costs and height of place on the income of dairy cattle business in Banjarnegara Regency.Research uses survey methods. The areamethod was sampling by purposive sampling method. Subdistrict Wanadadi representing lowland areas and Subdistrict Wanayasa representing highland areas. The method of respondent sampling was carried out in a census which took 45 farmers from Wanayasa Subdistrict and 8 farmers from Wanadadi District, so that the number of respondents was 53 farmers. Knowing the income in the analysis with cash flow, while the effect of the number of livestock ownership, breeding time, feed costs, and height of place on income are analyzed using multiple linear regression. The results of this study indicate that he average income in the highlands is Rp.4,272. 955 and the average income in the lowlands is Rp. 16,355,000. Income is significantly affected by feed costs, breeding time, and height of place. Income in Banjarnegara Regency can be increased by adding quality concentrate and improving maintenance management with a colony of houses.
Kata kuncijumlah ternak, lama beternak, biaya pakan, ketinggian tempat, pendapatan
Pembimbing 1Ir. Hj. Sri Mastuti, MP
Pembimbing 2Dr. Ir. Krismiwati Muatip, M.Si
Pembimbing 3
Tahun2019
Jumlah Halaman10
Tgl. Entri2019-08-15 22:37:39.135766
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.