Artikel Ilmiah : F1A013034 a.n. IMRON ROSYADI

Kembali Update Delete

NIMF1A013034
NamamhsIMRON ROSYADI
Judul ArtikelREKONSILIASI SEKRETARIAT BERSAMA (SEKBER 65) DENGAN PEMERINTAH KABUPATEN PURBALINGGA DALAM KASUS PELANGGARAN HAK ASASI MANUSIA (HAM) BERAT
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses terbentuknya SEKBER ’65 Purbalingga dan upaya rekonsiliasi yang dilakukannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan sasaran penelitian pengurus SEKBER ’65 Purbalingga yang dipilih dengan purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa alasan berdirinya SEKBER ’65 adalah untuk mengungkapkan fakta sejarah yang selama ini belum menemukan kejelasan terkait tragedi ’65. Selain itu, SEKBER ’65 berjuang untuk memperoleh keadilan yang selama ini tidak mereka dapatkan. Perjuangan SEKBER ’65 dibantu oleh pihak-pihak eksternal seperti LPSK dan Komnas HAM untuk bersama-sama memperjuangkan hak-hak para korban. Dalam perjuangannya memperoleh keadilan, SEKBER ’65 baru sebatas mendapatkan jaminan kesehatan. Padahal setelah tragedi ’65 silam banyak kerugian yang harus ditanggung oleh para korban yang sempat menjadi tahanan politik baik segi ekonomi, sosial, dan politik. Walaupun pemerintah melalui Komnas HAM telah mengeluarkan surat keterangan yang menyatakan bahwa mereka adalah korban tragedi ’65. Dalam perjalanannya SEKBER ’65 sudah mulai diterima di masyarakat namun masih juga para korban ’65 mendapatkan diskriminasi hingga saat ini. Hal tersebut membuat perjuangan SEKBER ’65 masih berlangsung hingga mereka mendapatkan keadilan.
Abtrak (Bhs. Inggris)This research aims to observe the process of establishing SEKBER’65 Purbalingga and the reconciliation attempt. Descriptive qualitative method is preferred to board this research. Targets of current research are members of SEKBER’65 Purbalingga, and purposive sampling method is preferred to pick the informants. This research results that the main reason of SEKBER’65 establishment is to reveal hidden facts that have not been clearly confirmed as the true fact. On the other hand, SEKBER ’65 fights for obtaining justice they deserve. Their struggle is accompanied by externals as LPSK and National Commision of Human Rights (Komnas HAM) to reclaim victims’ rights. On the trails of finding justice, SEKBER 65’ has only given the health insurance. Whereas, the damage of 65’ tragedy was extremely massive, and the victims who became political prisoners also took financial loss, became exiled socially and politically. Regardless, Komnas HAM has already stated that they are the victims of 65’ tragedy. Soon, SEKBER 65’ gained respect from society and finally accepted yet there are still more victims that remained discriminated in society. Thus, SEKBER 65’ will keep figting to help them reclaim the justice they deserve.
Kata kunciKorban 65, Rekonsiliasi, G30/S PKI, SEKBER ‘65.
Pembimbing 1Drs. Dalhar Shodiq, M.Si.
Pembimbing 2Dr. Tri Wuryaningsih, M.Si.
Pembimbing 3Prof. Dr. Imam Santosa, M.Si.
Tahun2019
Jumlah Halaman15
Tgl. Entri2019-08-15 09:50:50.512804
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.