| NIM | B2A016001 |
| Namamhs | NUR AMALAH |
| Judul Artikel | PERUBAHAN KARAKTER MORFOLOGI BAWANG MERAH (Allium cepa L.) CV. BIMA SETELAH DIINDUKSI AGEN MUTAGENIK KOLKISIN |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Kolkisin merupakan salah satu agen mutagenik kimia yang digunakan untuk mutasi dengan tujuan meningkatkan keanekaragaman genetik suatu organisme. Kolkisin sering digunakan untuk induksi poliploidi. Poliploidi ditandai dengan kromosom lebih dari dua set (2n). Bawang merah (Allium cepa L.) kultivar Bima merupakan salah satu kultivar bawang merah yang unggul di Indonesia, namun produksinya masih rendah yang mana penyebab utamanya adalah keanekaragaman genetiknya. Induksi poliploidi pada set kromosom bawang merah, bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai konsentrasi dan lama perendaman kolkisin. Poliploidi dapat diamati dari perubahan morfologi dan sitologi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh berbagai konsentrasi dan lama perendaman kolkisin terhadap karakter morfologi bawang merah kultivar Bima serta untuk mengetahui konsentrasi dan lama perendaman kolkisin yang efektif dalam peningkatan karakter morfologi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang fokus pada interaksi antara konsentrasi dan lama perendaman kolkisin. Faktor pertama adalah konsentrasi kolkisin yang terdiri dari 4 level yaitu 0, 0.1, 0.2, dan 0.4%. Sedangkan lama perendaman dari 6, 12, dan 24 jam sebagai faktor kedua. Karakter morfologi yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah umbi, diameter umbi, dan bobot segar umbi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara konsentrasi dan lama perendaman kolkisin berpengaruh terhadap tinggi tanaman, jumlah umbi, diameter umbi, dan bobot segar umbi bawang merah. Konsentrasi dan lama perendaman kolkisin yang efektif dalam peningkatan karakter morfologi bawang merah kultivar Bima yaitu 0.2% dan 6 jam. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Colchicine is a chemical mutagenic agent which promotes mutation leads to genetic diversity of an organism. It is generally used in induction polyploidy. Polyploidy is characterizes with more than 2 sets of chromosomes (2n). Onion (Allium cepa L.) cv. Bima is one of the best quality cultivar in Indonesia, yet its production yield is considered to be low which main caused by its genetic diversity. Induction polyploidy of the chromosome sets in onion, was aims to find the effect of various concentration and time exposure of colchicine. Polyploidy would be taken from observation of morphological as well cytological changes. This study was aimed to find the effect of various concentration and time exposure of colchicine in morphological characters of onion cv. Bima and to find the effective of concentration and time exposure of colchicine in increasing morphological characters. Current study was used experimentaly by apply Completely Randomized Design (CRD) which focus in interaction between concentration and time exposure of colchicine. The first factor was colchicine concentration applied is 4 levels i.e. 0, 0.1, 0.2, and 0.4%. Whereas time exposure from 6, 12, and 24 hours which were located as the second factor. Morphological characters were notified on plant’s height, tuber’s number, diameter, and fresh weight. The results showed that interaction between concentration and time exposure of colchicine affected plant’s height, tuber’s number, diameter, and fresh weight of onion. The effective of concentration and time exposure of colchicine in increasing morphological characters of onion cv. Bima was 0.2% and 6 hours. |
| Kata kunci | kolkisin, induksi poliploidi, bawang merah cv. Bima |
| Pembimbing 1 | Ir. Alice Yuniaty, M.Sc., Ph.D. |
| Pembimbing 2 | Dr.sc.agr. Nurtjahjo DS, M.App.Sc. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2019 |
| Jumlah Halaman | 7 |
| Tgl. Entri | 2019-08-05 15:27:08.805073 |
|---|