Artikel Ilmiah : E1A015005 a.n. SRIYANI DZULFIQAR RAHMAYANI

Kembali Update Delete

NIME1A015005
NamamhsSRIYANI DZULFIQAR RAHMAYANI
Judul ArtikelPENERAPAN DIVERSI TERHADAP ANAK YANG MENJADI PELAKU TINDAK PIDANA DI WILAYAH HUKUM POLRES TASIKMALAYA KOTA
Abstrak (Bhs. Indonesia)Anak merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keberlangsungan sebuah bangsa, namun pada akhirnya kenakalan anak telah membawa pada perilaku kejahatan. Oleh karenanya penyelesaian terhadap perkara anak memerlukan penanganan khusus, yakni salah satunya melalui upaya Diversi yang berorientasi pada keadilan restoratif. Diversi merupakan mekanisme penyelesaian perkara anak di luar sistem peradilan pidana dan wajib diupayakan mulai dari tingkat penyidikan, penuntutan sampai tingkat pemeriksaan di Pengadilan. Berkaitan dengan hal ini Polres Tasikmalaya Kota telah melaksanakan upaya Diversi terhadap anak yang berhadapan dengan hukum.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis penerapan Diversi yang dilaksanakan oleh Unit PPA Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota dan mengetahui faktor-faktor penghambat penerapan Diversi. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis sosiologis dengan spesifikasi penelitian deskriptif. Lokasi Penelitian di Polres Tasikmalaya Kota dan metode pengumpulan data dengan cara interview, non participant observation serta studi kepustakaan. Adapun metode penentuan Informan dilakukan dengan purposive sampling dan snowball sampling. Jenis dan sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder, sedangkan metode pengolahan data dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian (display) dan katagorisasi data. Metode analisis secara kualitatif, yakni content analysis method.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa Unit PPA Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota telah melaksanakan upaya Diversi pada tindak pidana kekerasan terhadap anak dan larangan kepemilikan senjata tajam, sedangkan tindak pidana persetubuhan dan pencabulan, serta pelaku yang di bawah usia dua belas tahun tidak dapat diterapkan Diversi. Hal ini telah sesuai dengan syarat dan prosedur sebagaimana ditentukan dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak dan Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2015 tentang Pedoman Pelaksanaan Diversi dan Penanganan Anak yang belum berumur 12 (dua belas) Tahun. Namun demikian, tidak semua upaya Diversi berhasil diterapkan. Faktor penghambat dalam penerapan Diversi di Polres Tasikmalaya Kota diantaranya dari aspek penegak hukum, sarana prasarana, kebudayaan dan masyarakat kota Tasikmalaya.
Abtrak (Bhs. Inggris)Children are a part which is not inseparable from the survival of a nation,
but eventually juvenile delinquency has brought to criminal behavior. Therefore the solution of child cases requires special handling, that is one of them is through diversion efforts oriented to restorative justice. Diversion is a mechanism for resolving child cases outside the criminal justice system and must be endeavored from the level of investigation, prosecution to the level of examination at the Court. In this regard the Tasikmalaya City Police Precinct has carried out a diversion effort on children who are dealing with the law.
This research aims to find out and analyze the application of Diversion carried out by the Unit of PPA Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota and find out the inhibiting factors for the application of Diversion. This study uses a sociological juridical approach with descriptive research specifications. Research locations at Tasikmalaya City Police Station and methods of data collection by means of interviews, non-participant observation and literature studies. The method of determining informants was done by purposive sampling and snowball sampling. The types and sources of data used are primary data and secondary data, while the data processing method is done by means of data reduction, presentation and data categorization. Qualitative analysis method, namely content analysis method.
Based on the results of the study it shows that the PPA Satreskrim Tasikmalaya City Police Unit has carried out Diversion efforts on criminal acts of violence against child and prohibition of sharp weapons ownership, while criminal acts of intercourse and sexual abuse, and those under the age of twelve cannot be applied to Diversion. This is in accordance with the terms and procedures specified in Law Number 11 of 2012 concerning the Child Criminal Justice System and Government Regulation Number 65 of 2015 concerning Guidelines for Implementing Diversion and Handling of Children who are not 12 (twelve) years old. However, not all Diversion efforts were successfully implemented. The inhibiting factors in implementing Diversion in Tasikmalaya City Police include among others the aspects of law enforcement, infrastructure, culture and society of the Tasikmalaya city.
Kata kunciPenerapan, Diversi, Anak Pelaku
Pembimbing 1Dr.H.Setya Wahyudi,S.H.,M.H
Pembimbing 2Rani Hendriayan,S.H.,M.H
Pembimbing 3Dr.Dwi Hafsari R,S.H.,M.H
Tahun2019
Jumlah Halaman17
Tgl. Entri2019-08-01 10:37:56.829288
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.