Artikel Ilmiah : E1A015031 a.n. ANNISSA MEI RAHKMAWATI

Kembali Update Delete

NIME1A015031
NamamhsANNISSA MEI RAHKMAWATI
Judul ArtikelTEKNIK PENGUNGKAPAN KASUS RATNA SARUMPAET TERKAIT PENYEBARAN BERITA HOAKS DI MEDIA SOSIAL ( STUDI KASUS DI POLDA METRO JAYA )
Abstrak (Bhs. Indonesia)Berita bohong atau (Hoax) adalah berita yang di manipulasi, dikurangi atau ditambahkan untuk mengaburkan makna sebenarnya dari sebuah informasi dan berita tertentu. Ketentuan Pasal 1 ayat (1) Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) menyatakan Penyidik adalah Pejabat Polisi Negara Republik Indonesia atau pejabat pegawai negeri sipil tertentu yang diberi wewenang khusus oleh Undang-Undang untuk melakukan penyidikan. Pasal 1 ayat (5) KUHAP mencantumkan penyelidikan adalah serangkaian tindakan untuk mencari dan menemukan suatu peristiwa yang diduga kuat sebagai tindak pidana guna menentukan dapat atau tidaknya dilakukan penyidikan menurut cara yang diatur dalam Undang-Undang. Penelitian ini bertujuan mengetahui teknik penyidik Polda Metro Jaya dalam mengungkap kasus Ratna Sarumpaet terkait penyebaran berita hoaks dan kendala penyidik Polda Metro Jaya dalam penegakan hukum kasus Ratna Sarumpaet terkait penyebaran berita hoaks.
Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis sosiologis dengan spesifikasi penelitian deskriptif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan informan, sedangkan data sekunder diperoleh dari studi kepustakaan. Data yang telah diperoleh dianalisis dengan metode kualitatif dan disajikan dalam bentuk uraian yang tersistematis.
Hasil penelitian menunjukkan adanya dugaan tindak pidana cybercrime berkaitan dengan penyebaran berita hoaks yang dilakukan Ratna Sarumpaet. Penyelidik Polda Metro Jaya segera memperoleh bukti-bukti yang berhubungan dengan tindak pidana tersebut salah satunya hasil pemeriksaan yang diperoleh dari saksi ahli bedah plastik berupa alat bukti surat yaitu Visum Et Reperetum yang menyatakan gambaran wajah bengkak memar (Ratna) ini menunjukan tipikal bedah plastik. Dalam penegakan hukum kasus Ratna Sarumpaet terkait penyebaran berita hoaks penyidik terkendala oleh faktor hukumnya, faktor masyarakat dan faktor budaya.
Abtrak (Bhs. Inggris)A False news or hoax is a news that is manipulated, lessened, or extended to obscrure the real information in certain reports. Recently, it is spreading fast around society and makes them inconvenience that they cannot identify if the news is real or not. According to Article 1 Verse (1) Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana ( Criminal Procedure Law), an Inspector is a police officer of Indonesia or a civil servant given an exclusive authority to conduct an investigation. According to Article 1 Verse (5) of Criminal Procedure Law, it is defined that an Investigation is a chain of action to search and discover an affair that is strongly presumed as a criminal act so that further investigation can be either conducted or not based on Criminal Procedure Law. This research aims to find out the techniques used by Polda Metro Jaya ( Regional Police of Indonesia) to disclose the case of Ratna Sarumpaet concerning hoax spreading and the obstacles that the investigators of Regional Police of Indonesia face in disclosing the case.
Socio-Legal approach is used as a research methodology within the spesification of descriptive qualitative research. Data used for the research is primary and secondary data. The primary data is collected by doing an interview with an informant as an interviewees, and the secondary data is taken from references. The data is, then, analyzed through qualitative approach by providing a systematically structured analysis.
The results reveal that the technique used by the investigators of Regional Police of Indonesia is information collected from the citizens showing that there are activities of cybercrime concerning the hoax spreading with Ratna Sarumpaet hold accountable. The investigators begin conducting a clarification immediately with related parties and attain evidences such as, receipt of Special Hospital Bina Estetika, flash disk containing surveillance cameras and laptop as real evidences. The result of inspection from a plastic surgeon is a real evidence of Visum Et Repertum letter stating that Ratna Sarumpaet’s swollen face is the result of plastic surgery. The obstacles faced by the investigators are conspired of three factors which are the law, society, and culture.
Kata kunciTeknik Pengungkapan, Tindak Pidana Penyebaran Berita Bohong (Hoaks), Media Sosial.
Pembimbing 1Prof. Dr. Hibnu Nugroho, S.H., M.H.
Pembimbing 2Dessi Perdani Yuris Puspita Sari, S.H., M.H.
Pembimbing 3
Tahun2015
Jumlah Halaman18
Tgl. Entri2019-06-11 08:00:36.781869
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.