| NIM | D1B017028 |
| Namamhs | IVAN AGUNG WIBOWO |
| Judul Artikel | PENGARUH MACAM PEREKAT DENGAN LEVEL YANG BERBEDA TERHADAP NILAI KALOR DAN KADAR ABU BIOARANG BERBAHAN BAKU FESES SAPI POTONG |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Penelitian bertujuan untuk mengetahui nilai kalor dan kadar abu bioarang briket bioarang dan mengetahui perekat yang optimal briket bioarang berabahan baku feses sapi potong. Materi yang digunakan adalah arang feses sapi potong 360 g, arang sebuk gergaji 120 g, tepung tapioka 24 g, dan tepung jiho 24 g. Alat yang digunakan yaitu timbangan, seperangkat alat pencetak briket, baki 6 buah, 1 kompor, wajan 1 buah, oven, bomb calorimeter, dan tanur. Metode penelitian yang digunakan adalah pola tersarang dengan 6 perlakuan, 4 kali ulangan dan uji lanjut menggunakan beda nyata jujur (BNJ). Perlakuan yang digunakan G1(jiho), G2(tapioka), A1(10%), A2(20%), dan A3(30%). Variabel yang diukur adalah nilai kalor dan kadar abu. Hasil analisis jenis perekat yang berbeda tidak berpengaruh terhadap nilai kalor dan kadar abu briket bioarang (P>0,05). Sebaliknya level amilum berpengaruh terhadap nilai kalor dan kadar abu (P<0,05). Analisis nilai kalor dengan perlakuan G1A1, G1A2 dan G1A3 sebesar 3564,68; 3831,53 dan 3877,74 kal/g dan G2A1, G2A2 dan G2A3 sebesar 3981,90; 3669,00 dan 3325,53 kal/g. Hasil analisis kadar abu dengan perlakuan G1A1, G1A2 dan G1A3 sebesar 41,79; 36,59 dan 34,24% sedangkan perlakuan G2A1, G2A2 dan G2A3 sebesar 35,63; 33,53 dan 33,11%. Kesimpulan penelitian ini adalah level terbaik briket bioarang dengan perekat jiho adalah 30%, briket bioarang dengan perekat tapioka terbaik adalah level untuk nilai kalor 10% namun kadar abu diperoleh level 30%. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | The research aimed to investigate calories value and ash content produced by bioarang briquettes, and find out the optimal type of adhesive bioarang briquettes made from feces. The material used were 360 gr cattle charcoal, 120 gr sawdust, 24 gr tapioca flour, 24 gr. The tools used are scales, a set of briquettes equipment, 6 pieces of tray, 1 stove, 1 fruit pan, oven, calorimeter bomb, and furnace. The research using Nested Classification with 6 treatments, 4 replications in further using honesly significant difference test (HSD). Treatment used G1(jiho), G2(tapioka), A1(10%), A2(20%), and A3(30%). The variables measured are the calories value and ash content. The results showed that different adhesive types is not affect the calories value and ash content bioarang briquettes(P>0.05), but adhesive levels affect calories (P<0.05). The average calories value with treatments G1A1, G1A2 and G1A3 namely 3564.68; 3831.53 and 3877.74 cal/g while G2A1, G2A2 and G2A3 were 3981.90; 3669.00 and 3325.53 cal/g. The average ash content with the treatment of G1A1, G1A2 and G1A3 namely 41.79; 36.59 and 34.24% while treatments G2A1, G2A2 and G2A3 amounted to 35.63; 33.53 and 33.11%. It can be concluded the best level of bioarang briquettes with jiho is 30%, the best level tapioca for making bioarang briquettes to product the highest calories value is 10% but the lowest ash content is 30%. |
| Kata kunci | Nilai kalor, kadar abu, feses, bioarang |
| Pembimbing 1 | Dr. sc. agr. Ir. R. Singgih SS, MP. |
| Pembimbing 2 | Dr. Ir. Agustinah Setyaningrum, MP |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2019 |
| Jumlah Halaman | 6 |
| Tgl. Entri | 2019-05-20 10:12:52.856318 |
|---|