Artikel Ilmiah : E1A015066 a.n. YAYAN ROYANTO

Kembali Update Delete

NIME1A015066
NamamhsYAYAN ROYANTO
Judul ArtikelPEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA (PHK) KARENA MENJADI PENGURUS SERIKAT PEKERJA PADA PT. HAND SUM TEX KOTA TANGERANG (Studi Pada Putusan Nomor 208 K/PDT.Sus-PHI/2013)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini bersumber pada putusan Mahkamah Agung Nomor 208 K/PDT.Sus-PHI/2013 yang membatalkan putusan Pengadilan Hubungan Industrial Nomor 46/PHI.G/2012/PN.Srg mengenai perkara pemutusan hubungan kerja (PHK) PT. Hand Sum Tex Kota Tangerang.
Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan undang-undang dan analisis. Spesifikasi penelitian deskriptif. Sumber bahan hukum yang digunakan sumber bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder dengan metode penyajian data dalam bentuk teks naratif dan disusun secara sistematis.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dalam penelitian ini, diketahui bahwa pertimbangan hukum hakim Mahkamah Agung yang membatalkan putusan Pengadilan Hubungan Industrial telah menyatakan pemutusan hubungan kerja yang dilakukan oleh PT. Hand Sum Tex Kota Tangerang terhadap pekerjanya harus dinyatakan batal demi hukum, karena pemutusan hubungan kerja dilakukan sebelum memperoleh penetapan dari lembaga penyelesaian perselisihan hubungan industrial yang telah sesuai dengan ketentuan Pasal 155 ayat (1) Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Pekerja memiliki hak, salah satunya yaitu berserikat dan berunding bersama yang diatur dalam ketentuan Pasal 153 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 jo Pasal 1 Konvensi ILO Nomor 98 tentang Hak-hak dasar daripada Hak untuk berorganisasi dan berunding bersama jo Rekomendasi ILO Nomor 143 Tahun 1971 tentang Perwakilan Pekerja. Berdasarkan pertimbangan yang didasarkan perundang-undangan hakim memutuskan bahwa PHK yang demikian batal demi hukum dan wajib mempekerjakan kembali pekerjanya.
Abtrak (Bhs. Inggris)This research comes from Supreme Court Decision Number 203 K/PDT.Sus-PHI/2013 which overturned the Decision of the Industrial Relations Court Number 46/PHI.G/2012/PN.Srg regarding termination of employment (FLE) at PT. Hand Sum Tex Tangerang City.
This research uses normative juridical research method, law approach and analysis. Descriptive research specification, sources of primary legal materials and secondary legal materials with the method of studying data in the form of narrative texts and arranged systematically.
Based on the results of research and discussion in this study, it is known that the legal considerations of the Supreme Court Judges overturned the decision of the Industrial Relation Court have stated the termination of employment by PT. Hand Sum Tex Tangerang City against its workers must be declared by law, because termination of employment is carried out before obtaining a determination from an industrial relations dispute resolution institution that complies with the provisions of Article 155 paragraph (1) of Law Number 13 of 2003 concering Manpower. Workers have rights, one of which is union work and collective bargaining which is regulated in the provisions of Article 153 Act Number 13 of 2003 Jo Article 1 of ILO Conventions Number 98 Concerning basic rights rather than the right to organize and bargain collectivity Jo ILO recommendation Number 143 of 1971 concering workers representatives. Based on consideration legislation the judge decides that such termination of employment is null and void and is obliged to re-employ workers.
Kata kunciPemutusan Hubungan Kerja, Hubungan Industrial, Serikat Pekerja.
Pembimbing 1Dr. Siti Kunarti, S.H., M.H
Pembimbing 2Dr. Abdul Aziz Nassihudin, S.H., M.M., M.H
Pembimbing 3Dr. Kadar Pamuji, S.H.,M.H
Tahun2019
Jumlah Halaman18
Tgl. Entri2019-05-17 11:43:11.169357
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.