Artikel Ilmiah : H1C014063 a.n. RIKI AHMAD RIZALDI

Kembali Update Delete

NIMH1C014063
NamamhsRIKI AHMAD RIZALDI
Judul ArtikelINTEGRASI POWER PLANT KILANG EXISTING DENGAN POWER PLANT KILANG RFCC (RESIDUAL FUEL CATALYTIC CRACKER)
Abstrak (Bhs. Indonesia)PT Pertamina (Persero) merupakan salah satu perusahaan besar BUMN di Indonesia yang bergerak pada bidang perminyakan. Pada saat ini Indonesia mengkonsumsi bahan bakar minyak dalam jumlah yang sangat besar dan masih membutuhkan produk minyak dari luar negeri. Dan dengan diberikannya keputusan untuk menghilangkan bahan bakar jenis premium maka PT Pertamina mendirikan sebuah kilang tersendiri yang bertuijuan untuk mengubah semua hasil produk premium yang memiliki nilai octane rendah menjadi pertamax dengan nilai octane yang lebih tinggi, kilang tersebut disebut dengan kilang RFCC (Residual Fuel Catalytic Cracker). Di PT Pertamina (Persero) Refinery Unit IV Cilacap terdapat 3 area yang menghasilkan listrik, yaitu area utility 1 (05), area utility 2 (50), dan area RFCC. Namun pada awalnya PT Pertamina hanya memiliki dua area pembangkit listrik, yaitu area utility 1 dan area utility 2, sedangkan area RFCC merupakan kiolang yang berdiri sendiri. Hal tersebut dikarenakan pemegang saham RFCC pada saat itu bukanlah PT Pertamina melainkan perusahaan luar. Oleh karena itu jaringan listik di area RFCC tidak tersambungkan dengan area pembangkit lainnya. Untuk saai ini kilang RFCC sudah diambil alih oleh PT Pertamina secara keseluruhan. Maka dari itu PT Pertamina akan mengintegrasikan ketiga jaringan pembangkit listrik tersebut dengan menggunakan tie trafo. Dalam pemasangannya dibutuhkan simulasi yang akan menentukan apakah tie trafo mampu menahan beban pada kondisi kondisi tertentu yang dapat mengakibatkan adanya overheating dan overload pada tie trafo. Dengan dibuatnya simulasi maka PT Pertamina akan mampu mengantisipasi adanya kemungkinan skenario yang dimana tie trafo akan mengalami kelebihan beban atau arus yang dapat mengakibatkan perlunya memutus jaringan listik ke beban.
Abtrak (Bhs. Inggris)PT Pertamina (Persero) is one of the large state-owned companies in Indonesia that is engaged in the oil sector. At present Indonesia consumes very large amounts of fuel oil and still needs oil products from abroad. And with the decision to eliminate premium types of fuel, PT Pertamina set up a separate refinery that aims to convert all premium products that have low octane values to pertamax with higher octane values, the refinery is called RFCC refinery (Residual Fuel Catalytic Cracker) ) There are 3 areas that produce electricity in PT Pertamina (Persero) Refinery Unit IV Cilacap, namely utility area 1 (05), utility area 2 (50), and RFCC area. But at first PT Pertamina only had two power plant areas, namely the utility 1 area and utility 2 area, while the RFCC area was a stand-alone area. This was because the RFCC shareholders at that time were not PT Pertamina but an outside company. Therefore the electrical network in the RFCC area is not connected to other generating areas. For this reason, the RFCC refinery has been taken over by PT Pertamina as a whole. Therefore PT Pertamina will integrate the three power plant networks using a tie transformer. In the installation a simulation is needed which will determine whether the tie transformer is able to withstand loads under certain conditions that can result in overheating and overload on the tie transformer. With the simulation, PT Pertamina will be able to anticipate the possibility of a scenario where the tie transformer will experience an overload or flow which can result in the need to disconnect the electrical network to the load.
Kata kunci PT.Pertamina, RFCC, Tie trafo, Octane
Pembimbing 1Hari Prasetijo, S.T,M.T.
Pembimbing 2Mulki Indana Z.,S.T.,M.T.
Pembimbing 3
Tahun2019
Jumlah Halaman12
Tgl. Entri2019-04-23 13:59:43.072542
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.