Artikel Ilmiah : A1L014214 a.n. GEN ADI WISANGGENI

Kembali Update Delete

NIMA1L014214
NamamhsGEN ADI WISANGGENI
Judul ArtikelUJI EFEKTIVITAS Bacillus sp. ASAL RIZOSFER TERHADAP PENYAKIT HAWAR PELEPAH DAUN Rhizoctonia solani TANAMAN JAGUNG SECARA IN VITRO DAN IN PLANTA
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian bertujuan untuk menguji kemampuan isolat Bacillus sp. asal rizosfer jagung dalam menekan pertumbuhan jamur Rhizoctonia solani in vitro dan kemampuannya dalam mengendalikan penyakit hawar pelepah batang serta mengetahui pengaruh isolat Bacillus sp. terhadap pertumbuhan tanaman jagung secara in planta. Penelitian dilakukan di Laboratorium Perlindungan Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Bulan Maret 2018 hingga Januari 2019. Pengujian in vitro menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 9 perlakuan dan 3 ulangan, meliputi kontrol (tanpa pengendalian) dan 8 isolat Bacillus sp. Pengujian in planta menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 4 perlakuan dan 6 ulangan, meliputi kontrol (tanpa pengendalian), fungisida (bahan aktif mankozeb), Bacillus sp. Kembaran 7, dan Bacillus sp. Kembaran 9. Variabel yang diamati meliputi karakter jamur patogen dan bakteri antagonis, daya hambat antagonis, bobot kering miselium, masa inkubasi, kejadian penyakit, intensitas penyakit, AUDPC, tinggi tanaman, jumlah daun, bobot segar tanaman, bobot segar akar, uji saponin, uji tannin, dan uji hidrokuinon. Hasil penelitian menunjukan bahwa bakteri rhizosfer telah diisolasi dari akar tanaman jagung asal Kabupaten Banyumas dan Purbalingga didaptkan 8 isolat yang terdiri dari Kembaran 7,8,9, Sumbang 1,2, Bojong 1, dan Pratin 1,2, termasuk bakteri Bacillus sp. Bakteri rhizosfer isolat Kembaran 9 memiliki tingkat penghambatan terhadap Rhizoctonia solani paling tinggi yaitu sebesar 57,9%. Hasil pengujian in planta Bacillus sp. Kembaran 9 mampu menekan penyakit hawar pelepah batang dengan menunda masa inkubasi selama 30 hari, menurunkan intensitas penyakit 72,3%, menurunkan kejadian penyakit 63,63%, AUDPC 73%, meningkatkan tinggi tanaman 37%, jumlah daun 40%, bobot segar tanaman 53%, bobot segar akar 55%, meningkatkan kandungan senyawa saponin, tanin, dan hidrokuinon dalam tanaman. Bacillus sp. Kembaran 7 merupakan Bacillus cereus, dan Bacillus sp. Kembaran 9 merupakan Bacillus subtilis.
Abtrak (Bhs. Inggris)This research aimed to test the ability isolate Bacillus Sp From maize roots To Control The Stem Blight Disease Rhizoctonia Solani of In-Vitro and In-Planta and also to determine the influence of isolate Bacillus sp, to growth the maize, the research was conducted at the Plant Protection Laboratory of Agriculture Faculty, Jenderal Soedirman University, from March 2018 until January 2019. Randomized Completely Design was used for In-Vitro test with 9 treatments and 3 replication consisted of control (without bacterial rhizosfer) and 8 isolate of bacterial Rhizosfer. Randomized Group Design was used for In-Planta test with 4 treatments and 6 replication consisted of control (without bacterial rhizosfer,Fungicide, Bacillus sp Kembaran 7, and Bacillus sp Kembaran 9. Variables observed were characterization bacteria Rhizosfer and pathogen Rhizoctonia solani, In-Vitro antagonism test, dry weight of the mycelium, incibation period, incidence of the disease, disease intensity, AUDPC, plant height, leaf number, fresh weight of the plant, fresh weigh of the root, saponins test, tanin test and hidrokuenon test. Result of the research showed that bacterial rhizosfer have been isolated from root of maize plants from Banyumas and Purbalingga regency, 8 isolate were found (kembaran 7,8,9, sumbang 1,2, bojong 1, and pratin 1,2) there are was Bacillus sp. Bacterial rhizosfer isolate kembaran 9 showed the highest level of Rhizoctonia solani with In-Vitro antagonism test of 57,9%, and In-Planta test can delay incubation period for 30 days, reduce the disease intensity with effectivity by 72,3%. able to reduce incident the disease 63,63%, AUDPC 73%, can increase plant height 37%, leaf number 40%, fresh weight of the plant 53%, fresh weigh of the root 55% and the content of saponin, tanin, hidrokuenon in the plant. Bacillus sp, Kembaran 7 is Bacillus cereus, and Bacillus sp Kembaran 9 is Bacillus subtilis.
Kata kunciJagung, Identifikasi, Bacillus sp, Rhizoctonia solani, Uji antagonisme, Bacillus cereus, Bacillus subtilis, maize, Identification, Bacillus sp, Rhizoctonia solani, antagonism test.
Pembimbing 1Endang Mugiastuti, S.P., M.P.
Pembimbing 2Ir. Abdul Manan, M.P.
Pembimbing 3
Tahun2018
Jumlah Halaman19
Tgl. Entri2019-04-11 19:01:36.778757
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.