Artikel Ilmiah : F1A014024 a.n. AENUL FAOZI

Kembali Update Delete

NIMF1A014024
NamamhsAENUL FAOZI
Judul ArtikelMinat Pemuda Desa Untuk Bekerja di Sektor Pertanian
(Studi di Desa Taraban Kecamatan Paguyangan Kabupaten Brebes)
Interest Village Youth to Work Agricultur Sector
(Study in Taraban Village, Paguyangan Sub-district, Brebes Regency)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Sektor pertanian merupakan sektor yang sangat penting untuk memenuhi kebutuhan mendasar manusia yakni kebutuhan pangan. Bidang pertanian khususnya petani produksi padi sawah memerlukan regenerasi pekerja tani. Fenomena penuaan petani di desa nyata terjadi di pedesaan, yang menjadi imbas adalah desa yang bercorak pertanian. Desa desa yang ada di Jawa sebagian besar penduduk bermata pencaharian sebagai petani padi. Kurangnya minat pemuda desa sebagai generasi penerus untuk bekerja sebagai petani membuat permasalahan yang serius. Berkembangnya kecanggihan teknologi informasi tentu ini berimbas juga pada sektor pertanian, pada desa mengalami perubahan sosial. Penelitian ini berlokasi di Desa Taraban Kecamatan Paguyangan Kabupaten Brebes. Tujuan penelitian ini adalah untuk mencari tahu dengan mendeskripsikan bagaimana minat pemuda desa Taraban untuk bekerja pada sektor pertanian. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Sasaran dari penelitian ini adalah para pemuda dan pemudi desa Taraban juga di dukung dengan tokoh masyarakat, perangkat desa, tokoh pemuda dan para petani. Metode pengambilan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi serta dokumentasi kepada informan yang memilki karakteristik tertentu (purposive sampling), analisis data menggunakan analisis data interaktif.
Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa dari informan utama semua pemuda pemudi desa Taraban mengatakan bahwa mereka tidak berminat untuk bekerja sebagai petani di sah memproduksi padi menjadi beras. Pemuda lebih memilih bekerja merantau di perkotaan. Pekerjaan sebagai petani dianggap tidak menghasilkan, kuno, dan cenderung pekerjaan orang dengan latar belakang ekonomi yang rendah. Sementara pekerjaan diluar sektor pertanian lebih mengahasilkan. Regenerasi tenaga kerja pada sektor pertanian produksi padi desa taraban menjadi rendah karena pemuda desa tidak ingin meneruskan pekerjaan orang tua mereka yang rata-rata bekerja sebagai petani. Pekerjaan di sektor lain dianggap lebih menghasilkan keuntungan dengan cepat di banding kerja sebgai tani. Sawah yang terdapat di Desa Taraban kini hanya di garap oleh orang-orang yang sudah berumur tua. Anak muda generasi Penenrus menginginkan untuk bekerja merantau atau pekerjaan lain selain sektor pertanian
Implikasi dari penelitian ini adalah dengan mengetahui kurangnya minat pemuda desa Taraban untuk bekerja pada sektor pertanian membuat desa taraban kini mengalami krisis petani muda. Sektor pertanian khusunya produksi beras kini hanya di kerjakan oleh orang-orang tua. Anggapan serta dorongan dari keluarga serta lingkungan bahwa kerja menjadi petani di sawah kurang menghasilkan menjadi alasan yang berimbas ke Desa Taraban yangad mengalami krisis pekerja tani.

Kata Kunci : Minat, Pemuda desa, Pertanian.

Abtrak (Bhs. Inggris)Agriculture sector is a sector that very important to fulfill fundamental human needs which is crops needs. Agriculture sector especially farmer need a regeneration of farmer itself. The phenomenom of farmer aging in the village is real case in the rural area, and lead ton of problem in the village whom depend on agriculture as their main income. Most of the Java's villager is a farmer as their main profession. Lack of interest for being a farmer of teen of villager lead a serious problem. Developing of information technology is very impactful to agriculture sector, which lead to social change. This study is located in Taraban Village, Paguyangan Sub-district, Brebes district. The purpose of this study is to know with describe on how the interest of Taraban's teen villager to work on agriculture sector. This study is using qualitative-descriptive method. The target of this study is Taraban's teen villagers and also public figure, village official, teenager public figure, and farmer. The method of data retrieval is with the in-depth interview, observation and documentation of the informant which have a purposive sampling, data analytic is using a interactive data analytics.
The results of this study explain that all of the Taraban’s teen villagers have no interest to work as a farmer which produce paddy into rice. The teenager is tend to work abroad in the city. Working as a farmer is considered as worthless, worn, and a low prestige job. The job except agriculture sector is more worth it. The regeneration of farmer in Taraban's village is become low cause the teenager have no interest to become a farmer. The job expect farming considered as more profitable than becoming as a farmer. The rice fields in the Taraban's Village is handled by elderly. The teenager is tend to work abroad or find another job except on agriculture sector.
Implications of this study is to know the lack of interest of Taraban;s teen villager to work on agriculture sector that lead the village into crisis of having teen farmer. Agriculture sector especially the rice production is handled only by elderly. Assumption and encouragement from the family and enviroment that becoming a farmer was worthless and nonprofitable is the culprit that very impactful to the crisis of Taraban's teen farmer.

Keywords : Interest, Teen farmer, Agriculture.
Kata kunciMinat, Pemuda desa, Pertanian.
Pembimbing 1Drs. FX Wardiyono, M.Si.
Pembimbing 2Dr. Masrukin, M.Si.
Pembimbing 3Dra. Endang Dwi S. M.Si.
Tahun2019
Jumlah Halaman14
Tgl. Entri2019-04-04 17:08:21.257377
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.