Artikel Ilmiah : F1A012009 a.n. RIZAL MACHFUDZ ALFIAN

Kembali Update Delete

NIMF1A012009
NamamhsRIZAL MACHFUDZ ALFIAN
Judul ArtikelPERILAKU KONSUMTIF SANTRIWATI
(Studi Tentang Gaya Hidup Santriwati Tingkat Mu’allimat Pondok Pesantren Nurul Huda Desa Karangreja, Kutasari, Purbalingga)
Abstrak (Bhs. Indonesia)RINGKASAN
Sebagian masyarakat menganggap, bahwa kehidupan di pondok pesantren sangat sederhana baik dalam hal busana, makan, maupun tempat tinggal. Namun, saat ini telah marak munculnya budaya konsumtif, yang dalam pengaruh globalisasinya dapat berdampak pada pola kehidupan santriwati khususnya dalam gaya hidup keseharian mereka. Faktor yang mempengaruhinya pun sangat banyak. Seperti anggota keluarga, teman, lingkungan, dan lainnya. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dan mengambil judul “Perilaku Konsumtif Santriwati (Studi Tentang Gaya Hidup Santriwati Tingkat Mu’allimat Pondok Pesantren Nurul Huda Desa Karangreja, Kutasari, Purbalingga).
Nafisah dalam Segoro (2013) menyatakan bahwa gaya hidup konsumtif adalah kecenderungan seseorang secara berlebihan dalam membeli sesuatu atau membeli secara tidak terencana. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif.
Kebutuhan dan keinginan individu yang selalu ingin dipenuhi membuat individu melakukan suatu upaya untuk memenuhi kebutuhan dan keinginannya. Tidak terkecuali para santriwati di Pondok Pesantren Nurul Huda Kutasari Purbalingga yang memiliki kebutuhan yang berfariasi. Seiring berjalannya waktu para santriwati juga membeli barang yang diinginkan bukan yang dibutuhkan. Dan itu ada yang wajar dan juga ada yang berlebihan dalam mengkonsumsi sesuatu. Seperti perikalu konsumtif yang dilakukan santriwati pondok pesantren Nurul Huda Kutasari Purbalingga, dalam hal membeli perlengkapan pribadi dan hal mengkonsumsi makanan.
Berdasarkan hasil penelitian, perilaku konsumtif santriwati pondok pesantren Nurul Huda ada karena beberapa faktor. Pertama, lingkungan Pondok Pesantren yang jauh dari pedagang, baik pedagang makanan maupun pedagang pakaian, itu memunculkan rasa kejenuhan dan kebosanan dalam diri santriwati di dalam pondok pesantren. Sehingga rasa kebosanan itu santriwati lampiaskan ketika sedang berada di luar pondok pesantren membeli yang disukai sampai tidak terkontrol dalam mengeluarkan uangnya. Kedua, teman bermain yang sama-sama belajar di pondok pesantren, tidak memungkiri anak usia remaja seperti mereka tidak pernah menginginkan untuk membeli barang-barang di luar kebutuhan, sehingga dari interaksi itu timbul rencana ingin membeli sesuatu yang mereka sukai atau sekedar ingin saja. Ketiga, keluarga atau orang tua yang suka memanjakan anak dengan memberikan fasilitas-fasilitas yang terpenuhi di rumah dan memberikan uang saku yang berlebihan kepada sang anak. Sehingga ketika anaknya di sekolahkan di pondok pesantren yang fasilitasnya pas-pasan, maka akan timbul perilaku konsumtif dalam diri sang anak.
Kata Kunci: Perilaku Konsumtif, Santriwati, Orangtua, Teman, Lingkungan.
Abtrak (Bhs. Inggris)SUMMARY
Some people assume, that life in boarding schools is very simple both in terms of clothing, food, and shelter. However, at this time there has been a proliferation of consumptive cultures, which in the influence of globalization can have an impact on santriwati's life patterns especially in their daily lifestyles. The factors that influence it are also very many. Like family members, friends, the environment, and others. Based on this background, the researcher was interested in conducting research and taking the title "Santriwati Consuming Behavior (Study of the Lifestyle of Mu'allimat Level Santriwati Nurul Huda Islamic Boarding School in Karangreja Village, Kutasari, Purbalingga).
Nafisah in Segoro (2013) states that a consumptive lifestyle is a person's tendency to excessively buy things or buy unplanned. This study uses descriptive qualitative methods.
The needs and desires of individuals who always want to be fulfilled make individuals make an effort to fulfill their needs and desires. No exception were the students at the Nurul Huda Islamic Boarding School in Kutasari Purbalingga who had varied needs. Over time the students also bought the desired items not what they needed. And there is something that is natural and there is also something excessive in consuming something. Like the consumptive behavior carried out by santriwati in the Nurul Huda Kutasari Purbalingga Islamic boarding school, in terms of buying personal equipment and consuming food.
Based on the results of the study, the consumptive behavior of the santri of the Nurul Huda Islamic boarding school was due to several factors. First, the Islamic boarding school environment which is far from traders, both food traders and clothing traders, raises a sense of boredom and boredom in the santri in boarding schools. So that the sense of boredom santriwati reassess when being outside the boarding school to buy the favored until uncontrolled in spending money. Secondly, playmates who both study in boarding schools, do not deny teenagers like they never want to buy things outside of their needs, so that the interaction arises plans to buy something they like or just want. Third, families or parents who like to spoil children by providing fulfilled facilities at home and giving excessive pocket money to the child. So that when the child is sent to school in a boarding school with mediocre facilities, there will be consumptive behavior in the child.
Keywords: Consumptive Behavior, Santriwati, Parents, Friends, Environment
Kata kunci50510
Pembimbing 1RAHMAD SANTOSA
Pembimbing 2DALHAR SHODIQ
Pembimbing 3ELIS PUSPITASARI
Tahun2019
Jumlah Halaman9
Tgl. Entri2019-04-01 09:27:28.288459
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.