Artikel Ilmiah : F1I014030 a.n. AYU KUSUMANING DEWI

Kembali Update Delete

NIMF1I014030
NamamhsAYU KUSUMANING DEWI
Judul ArtikelANALISIS KERJASAMA KEAMANAN INDONESIA – AUSTRALIA PASCA HUKUMAN MATI TERSANGKA KASUS BALI NINE TAHUN 2015
Abstrak (Bhs. Indonesia)Hubungan bilateral Australia dan Indonesia yang senantiasa mengalami dinamika, kembali berada di titik terendah akibat keputusan pemerintah Indonesia untuk mengeksekusi dua tersangka kasus Bali Nine, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran. Sebagai respon atas kasus tersebut, Australia bahkan memanggil sementara duta besarnya dari Jakarta, yang mengindikasikan kekecewaan Australia yang begitu besar terhadap Indonesia. Tetapi pada akhirnya hubungan bilateral antara keduanya, khususnya dalam bidang keamanan mampu dinormalisasi kembali, bahkan meningkat intensitasnya dengan dilakukannya berbagai bentuk kerjasama seperti pembuatan perjanjian, penandatanganan MoU, dan berbagai pertemuan bilateral. Tidak hanya itu, Australia dan Indonesia sepakat untuk meningkatkan status hubungannya menjadi comprehensive strategic partner, 3 tahun pasca kasus Bali Nine. Kerjasama keamanan keduanya mampu bertahan meskipun dihiasi konflik politik, karena adanya aspek-aspek cooperative security dalam hubungan keduanya.
Abtrak (Bhs. Inggris)Bilateral relations between Australia and Indonesia, which always experienced dynamics, once more, was at the lowest point due to the Indonesian government's decision to execute two Bali Nine suspects, Andrew Chan and Myuran Sukumaran. In response to the case, Australian government even temporarily summoned its ambassador from Jakarta, indicating Australia's great disappointment towards Indonesia. But, eventually, the bilateral relations between the two, especially in the security sector was able to be normalized again, and even increased its intensity with various forms of cooperation such as making agreements, signing MoUs, and various bilateral meetings. Not only that, Australia and Indonesia had agreed to improve their relationship status to comprehensive strategic partner, 3 years after the Bali Nine execution case. The security cooperation between them was able to survive despite of political conflicts, including Bali Nine, because of the aspects of cooperative security in their relations.
Kata kuncisecurity cooperation, Indonesia, Australia, cooperative security, Bali Nine
Pembimbing 1Elpeni Fitrah, S.Sos., M.A
Pembimbing 2Sri Wijayanti, S.IP., M.Si
Pembimbing 3Ayusia Sabhita Kusuma, S.IP., M.Soc.Sc.
Tahun2019
Jumlah Halaman24
Tgl. Entri2019-02-24 02:18:23.84209
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.