Artikel Ilmiah : A1C014037 a.n. DWI SUCI INDAH SARI
| NIM | A1C014037 |
|---|---|
| Namamhs | DWI SUCI INDAH SARI |
| Judul Artikel | DAYA SAING USAHATANI KOPI ROBUSTA (Coffea Canephora) Di KECAMATAN KARANGLEWAS KABUPATEN BANYUMAS |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Kopi merupakan salah satu komoditas andalan perkebunan di Indonesia yang memiliki kontribusi cukup besar dalam perekonomian, antara lain sebagai penghasil devisa, sumber pendapatan petani, penghasil bahan baku industri dan penciptaan lapangan kerja. Desa Sunyalangu merupakan desa penghasil kopi robusta di Kecamatan Karanaglewas Kabupaten Banyumas. Produk kopi robusta sudah dipasarkan ke berbagai wilayah di Banyumas dan sekitarnya dengan permintaan yang semakin meningkat setiap tahunya. Hal ini menunjukan kopi robusta Desa Sunyalangu mampu masuk dan bersaing dengan komoditas sejenis di pasar. Tujuan penelitian ini adalah 1) Mengetahui keadaan umum Desa Sunyalangu Kecamatan Karanglewas. 2) Mengetahui tingkat daya saing usahatani kopi robusta di Kecamatan Karanglewas dari aspek keunggulan kompetitif dan komparatif. 3) Mengetahui dampak kebijakan pemerintah terhadap usahatani kopi robusta di Kecamatan Karanglewas. 4) Mengetahui dampak perubahan harga input-output terhadap tingkat daya saing usahatani kopi robusta di Kecamatan Karanglewas dari aspek keunggulan komparatif dan kompetitif. Keunggulan kompetitif merupakan ukuran daya saing yang dihitung berdasarkan harga aktual, sedangkan keunggulan komparatif merupakan ukuran daya saing yang dihitung berdasarkan harga bayangan. Metode penelitian menggunakan metode survei. Penelitian dilaksanakan di Desa Sunyalangu Kecamatan Karanglewas pada Bulan Juli 2018 sampai Bulan Agustus 2018. Tempat penelitian dipilih secara sengaja (purposive) dengan pertimbangan Desa Sunyalangu merupakan desa penghasil kopi robusta di Kecamatan Karanglewas. Penentuan sampel menggunakan metode snowball sampling dan diperoleh 30 petani responden. Metode ini dipilih dengan alasan data jumlah populasi petani kopi robusta yang sudah menjalankan usahatani selama 10 tahun belum diketahui. Data yang digunakan dalam penelitian adalah data primer dan sekunder yang dianalisis dengan menggunakan Net Present Value, Policy Analysis Matrix (PAM) dan Sensitivitas. Hasil penelitian menunjukan bahwa usahatani kopi robusta Desa Sunyalangu Kecamatan Karanglewas memiliki potensi untuk dikembangkan, tingkat daya saing sudah tercapai dilihat dari aspek keunggulan kompetitif dan keunggulan komparatif. Kebijakan pemerintah terhadap harga input usahatani kopi robusta yaitu subsidi pupuk urea memberikan insentif kepada petani sehingga dapat meningkatkan keunggulan kompetitif. Hasil analisis sensitivitas menunjukan bahwa usaha tani kopi robusta tetap mempunyai daya saing yang baik (keunggulan kompetitif dan komparatif) walaupun terjadi perubahan harga input dan harga output dengan asumsi faktor lainnya tetap yang tercermin dengan nilai PCR dan DRCR tetap di bawah 1. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Coffee is one of the mainstay of plantation commodities in Indonesia which has a considerable contribution in the economy, including as a foreign exchange earner, a source of income for farmers, industrial raw material producers and job creation. Sunyalangu Village is a robusta coffee producing village in Karanaglewas District, Banyumas Regency. Robusta coffee products have been marketed to various regions in Banyumas and surrounding areas with increasing demand every year. This shows that robusta coffee in Sunyalangu Village is able to enter and compete with similar commodities in the market. The purpose of this study is 1) To find out the general state of Sunyalangu Village, Karanglewas District. 2) Knowing the level of competitiveness of robusta coffee farming in Karanglewas District from the aspects of competitive and comparative advantage. 3) Knowing the impact of government policies on robusta coffee farming in Karanglewas District. 4) Knowing the impact of changes in input-output prices on the level of competitiveness of robusta coffee farming in Karanglewas District from the aspects of competitive and comparative advantage. Competitive advantage is a measure of competitiveness calculated based on actual prices, while comparative advantage is a measure of competitiveness calculated based on shadow prices. The research method uses the survey method. The study was conducted in Sunyalangu Village, Karanglewas District in July 2018 until August 2018. The research site was chosen purposively with the consideration that Sunyalangu Village is a robusta coffee producing village in Karanglewas District. Determination of the sample using the snowball sampling method and obtained 30 farmer respondents. This method was chosen because the data on the population of robusta coffee farmers who have been running farming for 10 years is unknown. The data used in the study are primary and secondary data which are analyzed using the Net Present Value, Policy Analysis Matrix (PAM) and Sensitivity. The results showed that robusta coffee farming in Sunyalangu Village, Karanglewas District has the potential to be developed, the level of competitiveness has been achieved in terms of competitive advantage and comparative advantage. Government policy towards the price of robusta coffee farming inputs, namely urea fertilizer subsidies provide incentives to farmers so that they can increase competitive advantage. The results of the sensitivity analysis show that robusta coffee farming still has good competitiveness (competitive and comparative advantage) even though there are changes in input prices and output prices assuming other factors are fixed which are reflected by the PCR and DRCR values below 1. |
| Kata kunci | keunggulan kompetitif, keunggulan komparatif, usahatani kopi robusta, PAM |
| Pembimbing 1 | Dr. Ir. Dyah Ethika Noechdijati, M.P. |
| Pembimbing 2 | Budi Dharmawan, S.P., M.Si., Ph.D. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2019 |
| Jumlah Halaman | 20 |
| Tgl. Entri | 2019-02-19 09:55:55.977682 |