| NIM | F1C014021 |
| Namamhs | ISNANI SAWITRI |
| Judul Artikel | Representasi Perempuan dalam Film Dangal |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Konsep Gender sangat dekat dengan laki-laki dan perempuan yang dibentuk secara sosial dan kultural dari sekelompok masyarakat. Misalnya, perempuan selalu identik dengan lemah lembut, cantik, murah hati sedangakan laki-laki dianggap kuat, keras, tegas dan perkasa Konsep tersebut tidak akan menjadi masalah selama tidak ada yang dirugikan. Namun, memahami konsep gender menghasilkan keridakadilan gender baik pria maupun wanita. Untuk melawan ketidakadilan tersebut perempuan perlu pelindung yang dapat melindungi mereka yaitu feminisme. Film merupakan cermin bagi kehidupan masyarakat sehingga banyak produksi film yang mengangkat tentang isu-isu sosial tak terkecuali isu ketidakadilan gender. Isu ketidakadilan gender yang dialami oleh perempuan ditampilkan dalam sebuah film dan diinterpresentasikan sebagai objek film tersebut.Penelitian ini dilakukan untuk Menganalisis makna teks/dialog untuk merepresentasikan keadaan perempuan yang dikonstruksi dalam Film Dangal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis wacana kritis Sara Mills. Hasil penelitian ini Posisi subjek merupakan posisi di mana karakter utama yaitu laki-laki mendominasi perempuan, Posisi objek (dicerita) dalam film ini ada pada tokoh perempuan dan mendeskripsikan pembaca agar dapat memposisikan diri sebagai perempuan. Kesimpulan dari penelitian ini, Budaya patriarki yang membelenggu perempuan dapat teratasi apabila sistem kasta dihapuskan dan laki-laki lebih menghargai perempuan atas hak yang sama dalam kehidupan bermasyarakat. Kemudian feminisme bukan hanya milik perempuan akan tetapi laki-laki turut menciptakan keadilan gender dalam masyarakat. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | The concept of Gender is very close to men and women who are formed socially and culturally from a group of people. For example, women are always synonymous with gentle, beautiful, generous while men are considered strong, hard, firm and strong. The concept will not be a problem as long as no one is harmed. However, understanding the concept of gender results in gender inequality for both men and women. To counter these injustices women need a protector who can protect them, namely feminism. Film is a reflection of people's lives so that many film productions that raise social issues are no exception to the issue of gender injustice. The issue of gender injustice experienced by women is presented in a film and is represented as the object of the film. This study was conducted to analyze the meaning of text / dialogue to represent the condition of the woman constructed in the Dangal Film. The method used in this study is a qualitative research method with Sara Mills's critical discourse analysis approach. The results of this study Subject position is a position where the main characters, namely men dominate women, the position of objects (narrated) in this film is on female characters and describes the reader in order to position themselves as women. The conclusion of this study is that patriarchal culture that shackles women can be overcome if the caste system is abolished and men respect women for the same rights in social life. Then feminism does not only belong to women but men also contribute to gender justice in society.
|
| Kata kunci | Gender, Gender Inequality, Movie, Feminism, Discourse Analysis Sara Mills |
| Pembimbing 1 | Dr. Nana Sutikna, M.Hum |
| Pembimbing 2 | Wiwik Novianti, M.I.Kom. |
| Pembimbing 3 | Dr. Wisnu Widjanarko, M. Si. |
| Tahun | 2019 |
| Jumlah Halaman | 12 |
| Tgl. Entri | 2019-02-13 11:47:35.801837 |
|---|