Artikel Ilmiah : F1B014010 a.n. ESTI FITRIASIH
| NIM | F1B014010 |
|---|---|
| Namamhs | ESTI FITRIASIH |
| Judul Artikel | COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PENGELOLAAN BADAN USAHA MILIK DESA DI DESA KALIBAGOR KECAMATAN KALIBAGOR KABUPATEN BANYUMAS |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Latar belakang penelitian ini berawal dari program pembangunan desa sebagai agenda prioritas Presiden Jokowi membangun desa salah satunya dengan membentuk BUMDes untuk mewujudkan kemandirian desa dengan berfokus pada peningkatan perekonomian desa. Adanya BUMDes sebagai lembaga ekonomi desa yang mandiri diharapkan dapat memberikan pendapatan asli desa yang bermanfaat untuk pembangunan desa. Dengan demikian untuk mewujudkan cita-cita pendirian BUMDes diperlukan kolaborasi antara pemerintah desa, pengurus BUMDes, dan BPD yang ada di desa. BUMDes Desa Kalibagor mempunyai unit usaha pembuatan obyek wisata embung yang merupakan salah satu program unggulan Jokowi yang berpotensi sebagai sumber pendapatan asli desa sehingga memerlukan kolaborasi antara pemerintah desa, pengurus BUMDes dan BPD. Penelitian ini menggunakan model kolaborasi yang diadaptasi dari teori Ansell dan Gash yaitu rangkaian kolaborasi bermula pada kondisi awal dimana dalam permulaan sebelum adanya kolaborasi terdapat ketidakseimbangan sumber daya, dan adanya dorongan untuk partisipasi dalam kolaborasi. selanjutnya dalam proses kolaborasi terdapat dialog tatap muka, membangun kepercayaan, komitmen, berbagi pemahaman, dan hasil sementara yang dapat menghasilkan suatu outcomes pada proses kolaborasi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, sedangkan dalam teknik pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling dan snowball sampling. Hasil penelitian ini Kolaborasi dalam pengelolaan BUMDes berawal dari kondisi ketidakseimbangan sumber daya pada BUMDes dimana masing-masing pihak belum mempunyai pengetahuan yang cukup dalam mengelola BUMDes dan terdapat dorongan partisipasi dalam kolaborasi untuk membuat Desa Kalibagor lebih maju. Dalam proses kolaborasi dialog tatap muka dilakukan melalui musyawarah dyang dihadiri oleh semua pihak. Dalam membangun kepercayaan antar pihak dilakukan melalui keterbukaan dan koordinasi yang baik. Selanjutnya dalam membentuk komitmen antar pihak dilakukan dengan membentuk rasa kepemilikan bersama terhadap BUMDes dan keterlibatan semua pihak dalam berkolaborasi. Semua pihak mempunyai pemahaman yang sama dalam tujuan berkolaborasi yaitu untuk memajukan Desa Kalibagor melalui BUMDes dan hasil sementara pada kolaborasi pengelolaan BUMDes Kalibagor adalah terlaksananya unit usaha waserda BUMDes. Serta outcomes yang dihasilkan adalah adanya peningkatan fasilitas dan pengembangan organisasi. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | The background of this research starts from the village development program as President Jokowi's priority agenda. Building a village is one of them by forming BUMDes to realize village independence by focusing on improving the village economy. The existence of BUMDes as an independent village economic institution is expected to provide genuine village income that is beneficial for village development. Thus to realize the ideals for the establishment of BUMDes collaboration between the village government, BUMDes management and BPD in the village is needed. BUMDes Kalibagor Village has a business unit for making embung tourism which is one of Jokowi's flagship programs that has the potential to be a source of village income so it requires collaboration between the village government, BUMDes management and BPD. This study uses a collaborative model adapted from Ansell and Gash's theory, namely the collaboration begins with the initial conditions where in the beginning before collaboration there was an imbalance of resources, and the encouragement for participation in collaboration. then in the collaboration process there is a face-to-face dialogue, building trust, commitment, sharing understanding, and temporary results that can produce outcomes in the collaboration process. The research method used in this study is descriptive qualitative, while in the informant selection technique using purposive sampling and snowball sampling techniques. The results of this study Collaboration in the management of BUMDs originated from a condition of imbalance of resources on BUMDes where each party did not yet have sufficient knowledge in managing BUMDes and there was an encouragement of participation in collaboration to make Kalibagor Village more advanced. In the process of collaboration, face-to-face dialogue is carried out through deliberations which are attended by all parties. In building trust between parties through good openness and coordination. Furthermore, in shaping commitment between parties is done by forming a sense of shared ownership of BUMDes and the involvement of all parties in collaborating. All parties have the same understanding in the purpose of collaborating, namely to advance Kalibagor Village through BUMDes and the provisional results in collaboration with the management of Kalibagor BUMDes are the implementation of the BUMDes waserda business unit. As well as the outcomes produced are the increase in facilities and organizational development. |
| Kata kunci | Kolaborasi, Pengelolaan BUMDes, BUMDes |
| Pembimbing 1 | Dr. Denok Kurniasih, M.Si |
| Pembimbing 2 | Sendy Noviko, S.Sos., MPA |
| Pembimbing 3 | Drs. Andi Antono, M.Si |
| Tahun | 2019 |
| Jumlah Halaman | 14 |
| Tgl. Entri | 2019-02-09 20:03:54.724499 |