Artikel Ilmiah : F1A013078 a.n. TIGIS KURYASYAHPUTRA
| NIM | F1A013078 |
|---|---|
| Namamhs | TIGIS KURYASYAHPUTRA |
| Judul Artikel | Jaringan Sosial Ekonomi dalam Aktivitas Pertambangan Emas Tradisional di Desa Paningkaban Kecamatan Gumelar Banyumas |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Tepat di tahun 2007, ditemukan potensi emas terbesar di Banyumas, tepatnya di Desa Paningkaban, Kecamatan Gumelar, dengan ketersediaan diperkirakan mencapai 9,47 ton. Sejak saat itu aktivitas pertambangan emas di Desa Paningkaban dimulai. Masyarakat desa berbondong-bondong melakukan penambangan dengan cara tradisional, para pemilik lahan-pun membuka secara luas lahannya untuk ditambang. Bukan hanya masyarakat Desa Paningkaban saja yang tertarik menambang, tapi masyarakat dari luar daerah tersebut juga berdatangan, seperti dari daerah; Tasikmalaya, Jogja, Jakarta. Maka dengan dasar hal itu terbentuklah pola transaksi sampai pada jual-beli hasil tambang. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan mengidentifikasi keberadaan jaringan sosial dan bentuknya yang terdapat dalam aktivitas pertambangan emas Desa Paningkaban. Sasaran utama dalam penelitian ini adalah penambang emas, mandor, pemilik lahan, pembeli hasil tambang di Desa Paningkaban, sedangkan sasaran pendukung dalam penelitian ini adalah Perangkat pemerintahan desa, Masyarakat non penambang sekitar area tambang. Dalam metodologi, penelitian ini menggunakan paradigma fenomenologi Alfred Schultz dan metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik menentukan informan purposive sampling. Mode analisis data menggunakan proses Interpretative Phenomenological Analysis, sedangkan validitas data dalam penelitian ini menggunakan teknik validasi data triangulasi sumber. Secara teoritis, jaringan sosial baru akan tercipta ketika ada transaksi yang terjadi secara berkelanjutan dengan berbagai bentuk, berupa; barang, jasa, maupun informasi yang melalui jalur yang terdapat dalam hubungan sosial melalui interaksi. Jaringan sosial juga memiliki berbagai macam jenis, antara lain; kepentingan, power ,dan emosional dengan berbagai macam syarat-syarat dan sifatnya yang berbeda dari masing-masing jenis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jaringan sosial yang terdapat dalam aktivitas pertambangan emas Desa Paningkaban ada di antara penambang, pemilik lahan, pemodal dan pembeli hasil tambang dengan jenis jaringan yang terdapat adalah jaringan emosi dan jaringan kepentingan, dalam hal ini kepentingan yang dimaksud adalah kepentingan ekonomi. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Right in 2007, the biggest gold potential was found in Banyumas, precisely in Paningkaban Village, Gumelar Subdistrict, with radiation reaching 9.47 tons. The current activity in Paningkaban village begins. The villagers flocked to mining in the traditional way, the landowners also expanded their land to mine. Not only Paningkaban Village people are interested in mining, but people from outside the region also arrive, such as from the regions; Tasikmalaya, Jogja, Jakarta. So on this basis, various information about the sale and purchase of mining products was formed. This study aims to explain and identify social networks and forms that exist in the implementation of the tasks of Paningkaban Village. The main targets in this study were gold miners, foremen, landowners, mining product buyers in Paningkaban Village, while the supporting targets in this study were Village government equipment, Non-mining communities around the mine area. On the basis of this research, Alfred Schultz's phenomenology paradigm was used and the research method was the informant's purposive sampling technique. The data analysis mode uses the Interpretative Phenomenological Analysis process, while the validity of the data in this study uses the source triangulation data validation technique. Theoretically, new social networks will create collections of transactions that occur in full in various forms; goods, services, and also information relating to social relations through interaction. Social networks also have various types, including; interests, power, and emotional with a variety of requirements and characteristics that are different from each type. The results showed that the social networks in the Paningkaban Village population organization existed between miners, landowners, financiers, and buyers of mining products with the emotional types and available types of networks, in this case, the profitable ones were economic goals. Keywords: Network, Relationships, Transaction |
| Kata kunci | Jaringan, Hubungan, Transaksi. |
| Pembimbing 1 | Muslihudin |
| Pembimbing 2 | Imam Santosa |
| Pembimbing 3 | Jarot Santoso |
| Tahun | 2019 |
| Jumlah Halaman | 14 |
| Tgl. Entri | 2019-02-08 14:02:35.325942 |