Artikel Ilmiah : F1D013003 a.n. HABIB NUR MINARTO
| NIM | F1D013003 |
|---|---|
| Namamhs | HABIB NUR MINARTO |
| Judul Artikel | PANDANGAN POLITIK PONDOK PESANTREN AL-MULTAZAM KABUPATEN KUNINGAN DALAM MELIHAT AGAMA DAN NEGARA SERTA KONTESTASI POLITIK DI INDONESIA |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Penelitian yang berjudul “Pandangan Politik Pondok Pesantren Al-Multazam Kabupaten Kuningan dalam Melihat Agama dan Negara serta Kontestasi Politik di Indonesia” secara umum, penelitian ini bertujuan untuk; 1) Mendeskripsikan pandangan pondok pesantren dalam melihat agama dan negara serta pandangan pondok melihat munculnya fenomena pemahaman khilafah 2) Mendekripsikan bagaimana pondok pesantren dalam melihat kontestasi politik lokal khususnya di Kabupaten Kuningan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan menggunakan paradigma konstruktivisme serta menggunakan perspektif sturkturalis dan pendekatan fenomenologi. Sementara dalam pemilihan informan, peneliti menggunakan teknik purposive sampling dan snowball sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Serta dalam teknik analisis datanya menggunakan teknik analisis interaktif. Sedangkan untuk keabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pertama, Pondok Pesantren Al-Multazam memandang bahwa agama dan negara tidak bisa dipisahkan dan harus saling menguatkan. Agama membutuhkan negara untuk membumikan pesan-pesan Illahiah, dan negara membutuhkan agama sebagai pedoman dalam menjalankan pemerintahan. Jika dibaca melalui teori hubungan agama dan negara, masuk kepada teori kelompok integralistik. Kedua, dengan pandangan melihat agama dan negara diatas, pondok pesantren memiliki kesamaan dengan partai politik Islam yaitu PKS, lalu muncul kedekatan emosional dan ideologi sehingga memiliki visi yang sama. Ketiga, pondok pesantren sebagai basis massa membuat partai politik datang untuk merebut simpati untuk kepentingan kontestasi politik, pondok pesantren Al-Multazam dan PKS memiliki pandangan dan visi yang sama sehingga muncul kedekatan. Namun, kedekatan tersebut bersifat individual tidak bersifat kelembagaan. Pihak pesantren melarang berpolitik dalam lingkungan pesantren, namun sebagai individu, seseorang berhak menentukan aspirasi politiknya. Hal tersebut yang tidak menjadikan pesantren turut serta langsung dalam politik. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | This research is entitled "The Political View of Al-Multazam Integrated Islamic Boarding School Kuningan Regency in Seeing Religion and the State and Political Contestation in Indonesia" in general, this study aims to; 1) Describe the views of Islamic boarding schools in viewing religion and the state and the view of the cottage to see the emergence of the phenomenon of khilafah understanding 2) Describe how Islamic boarding schools look at local political contestation and the role of huts in political activities, especially in Kuningan regency. The method used in this research is a qualitative research method using constructivism paradigm and using a structuralist perspective and phenomenological approach. While in the selection of informants, researchers used purposive sampling and snowball sampling techniques. Data collection in this study uses observation techniques, in-depth interviews, and documentation. And in the data analysis techniques using interactive analysis techniques. Whereas the validity of the data uses the source triangulation technique. The results of this study are, first, Al-Multazam Islamic Boarding School views that religion and state cannot be separated and must strengthen each other. Religion requires the state to earth divine messages, and the state needs religion as a guideline in running the government. If it is read through the theory of relations between religion and state, it goes into the theory of integralistic groups. Second, with a view to seeing religion and state above, Islamic boarding schools have similarities with Islamic political parties, namely PKS, then emerge emotional and ideological closeness so they have the same vision. Third, Islamic boarding schools as a mass base make political parties come to win sympathy for the interests of political contestation, Al-Multazam Islamic boarding schools and PKS have the same vision and vision so that closeness emerges. However, this closeness is individual not institutional. The boarding school forbids politics in boarding schools, but as individuals, one has the right to determine their political aspirations. This does not make pesantren directly involved in politics. |
| Kata kunci | Pesantren, Agama dan Negara, Kontestasi Politik |
| Pembimbing 1 | Ahmad Rofik, S.Sos., M.A |
| Pembimbing 2 | Drs. Syah Firdaus, M.Si |
| Pembimbing 3 | Drs. M. Soebiantoro, M.Si |
| Tahun | 2019 |
| Jumlah Halaman | 20 |
| Tgl. Entri | 2019-02-04 09:41:14.567681 |