| NIM | H1A015045 |
| Namamhs | JONATHAN SETIAWAN |
| Judul Artikel | Rekonfigurasi Jaringan Distribusi 20 kV Gardu Induk Kalibakal Menggunakan Metode Binary Particle Swarm Optimization |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Seiring berjalannya waktu, berbagai masalah muncul mengenai optimasi kualitas tenaga listrik. Optimasi yang dimaksud adalah untuk mengurangi rugi-rugi yang timbul dalam penyaluran tenaga listrik. Penyaluran tenaga listrik mempunyai tiga tingkatan, salah satunya adalah tingkat distribusi. Kualitas sistem distribusi dapat dinilai dari besarnya rugi-rugi daya listrik dan tegangan jatuhnya. Semakin besar rugi-ruginya, maka semakin buruk sistem distribusinya. Untuk itu perlu diperbaiki sistem distribusinya. Berbagai macam cara dapat dilakukan untuk mengurangi rugi-rugi yang ada, salah satunya yaitu rekonfigurasi jaringan distribusi. Berbagai metode dan teknik rekonfigurasi telah dikembangkan untuk tujuan meminimalkan rugi-rugi daya. Salah satu metodenya adalah Binary Particle Swarm Optimization (BPSO). Dengan dilakukannya rekonfigurasi jaringan distribusi menggunakan metode BPSO pada jaringan distribusi 20 kV gardu induk Kalibakal penyulang 2, 5, 6 dan 10, maka dapat mengurangi rugi daya. Terdapat 3 jenis simulasi, dimana simulasi pertama menggunakan iterasi maksimum 10, simulasi kedua menggunakan iterasi maksimum 20 dan simulasi ketiga menggunakan iterasi maksimum 30. Ketiga simulasi tersebut masing-masing dilakukan sebanyak 10 kali simulasi dan diambil hasil terbaiknya. Dari seluruh simulasi, penurunan rugi daya terbesar yang didapat adalah 4,4075% dari 71,785 kW menjadi 68,621 kW dan kenaikan tegangan minimum dari 0,98456 pu menjadi 0,98485 pu. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Over time, various problems arise regarding the optimization of electric power quality. The intended optimization is to reduce losses arising in the distribution of electricity. Electricity distribution has three levels, one of which is the distribution level. The quality of the distribution system can be assessed by the magnitude of power losses and the drop voltage. The greater the losses, the worse the distribution system. Therefore, the distribution system needs to be improved. Various ways can be done to reduce losses, one of them is reconfiguration of the distribution network. Various reconfiguration methods and techniques have been developed for the purpose of minimizing power losses. One of the method is Binary Particle Swarm Optimization (BPSO). By doing a reconfiguration of the distribution network using the BPSO method on a distribution network of 20 kV Kalibakal substation feeders 2, 5, 6 and 10, it can reduce power losses. There are 3 types of simulations, where the first simulation uses a maximum iteration of 10, the second simulation uses a maximum iteration of 20 and the third simulation uses a maximum iteration of 30. The three simulations are performed 10 times each simulation and the best results are taken. From all simulations, the biggest decrease in power loss obtained was 4.4075% from 71.785 kW to 68.621 kW and the minimum voltage increase from 0.98456 pu to 0.98485 pu. |
| Kata kunci | Jaringan Distribusi, Rekonfigurasi, Rugi Daya, BPSO |
| Pembimbing 1 | Hari Prasetijo, S.T., M.T. |
| Pembimbing 2 | Dr. Eng. Suroso, S.T., M. Eng. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2018 |
| Jumlah Halaman | 14 |
| Tgl. Entri | 2019-01-24 09:23:51.334578 |
|---|